Sunday, November 21, 2010

Mahasiswa delegasi PBNU Jakarta pusat 2010


Bismillahirrohmanirrohiim.

        Semoga tuhan senantiasa memberikan pertolongan atas cobaan yang telah di berikan kepada hambaNya.
         Ide awal kami tentang munculnya tulisan ini bermula dari adanya komitmen bersama untuk  mencapaia kesuksesan bersama. Tepatnya pada tanggal 27 september 2010 berangkatalah sekelompok putra putri Indonesia untuk meneruskan studinya ke mahribi ( marocco) afrika utara, namun sebelum kafilah ini menuju ke bandara soekarno hatta mereka harus dihadapkan dengan aral yang melintang di hadapannya dan tentunya ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk kita lewati begitu saja seperti halnya minum kopi dipagi hari sambil baca Koran tapi, membutuhkan pengorbanan baik tenaga maupun pikiran. Bukan hanya itu saja, disisi lain kafilah ini yang jumlahnya 14 person terpaksa harus di bagi menjadi dua bagian. Kelompok yang pertama berjumlah 12 orang di susul  kelompok berikutnya berjumlah 2 orang. kafilah yang terakhir ini mungkin bisa dibilang agak malang nasibnya karena jadwal pembrangkatan yang seharusnya mereka terima sama dengan kelompok  yang pertama tapi, terpaksa harus di undur beberapa hari kemudian karena adanya beberapa syarat yang belum terselesaikan. Tepatnya tgl 8 oktober 2010 kelompok yang terakhir ini baru bisa menyusul mereka.
Itulah seklumit kisah duka yang kami rasakan sewaktu mau berangkat ke bandara soekarrno hatta menuju bandara Muhammad V cassablancca morocco.
        Alhamdullah akhirnya kami bisa merasa sedikit lega karena kita bisa bertemu kembali di  suasana yang baru dan aktivitas serta rutinitas yan baru, meski awalnya sempat merasa khawatir.
      Seiring waktu yang terus berputar tanpa tersa sudah satubulan lebih kita hidup di Negara yang memiliki empat musim tepatnya di sebuah kota tanger, setelah melihat situasi dan kondisi yang kita hadapi perlu adanya adaptasi agar kita bisa  berkomuniksi dengan yang lainnya, dari situlah ahirnya muncul sebuah ide yang mengusulkan agar dibentuknya  sebuah organisasi atau wadah untuk mmengorganisir tujuan-tujuan kami agar lebih terarah.
       Pada tanggal 30 oktober lahirlah sebuah organisasi yang menamakan dirinya ‘’
Sullam NU’’ yang dicetuskan dan disepakati oleh anggota kafilah tersebut yang berjumlah 14 person, yang diketuai oleh sdr. Abu Bakar Holib,wakil ketua sdr. Muhammad Mansyur, sekertaris  sdr. Afif Husain, bendahara sdr.Rifqi Maulana, menhub sdr. Muannif ridwan, bagian informatika sdr.M.Nurul Alim, diknas sdr. Kusnadi el ghezwa, bagian olah raga sdr. Khoirun Nasihin, bagian ASWAJA sdr. Marajo Nasution. Tidak lama kemudian tersusunlah rangkaian kegiatan dan agenda-agenda yang harus dilaksanakan.
        Dari semua kegiatan yang ada kita berusaha untuk menjalankannya sebaik mungkin meski ada sedikit ganjalan yang sempat membuat temen- temen pusing alias sumpek karena dihadapkan dengan permasalahan2 yang menurut kami masih terlalu dini. Akhirnya diknas pun terpaksa sedikit mengurangi dan menambahai kegiatan yang sudah berjalan dengan harapan kita bisa lebih dewasa dalam menyikapi suatu permasalahan dan tidak terlena dengan situasi seperati ini. Bagi kami selama nafas masih menghembuskan udara, selama pikiran masih dalam jasad, perjuangan tidak boleh berhenti. Hakikat hidup adalah perjuangan mencari ridho Alloh swt jangan pernah memandang sesuatu sebagai tantangan dan hambatan. Jadikan kondisi sekarang ini sebagai energi,motivasi,  dan peluang untuk menata masa depan menjadi lebih baik.
        Maka, singsingkanlah lengan baju, buka lembaran baru optimisme. Maju melangkah dengan penuh antusiasme. Raihlah masa depan yang gemilang dan cemeralang meski harus mengucurkan keringat, tenaga dan pikiran dalam setiap detiknya dan jadikanlah sabar sebagai kunci kegembiraan dan setiap menghadapi kesulitan.
Wallohu a’lam bisshowab.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...