Friday, September 16, 2011

Profil Madrasah Imam Nafie di Tangier Maroko

Madrasah Al-Imam Nafi’ Li At-Ta’lim Al-‘Atiq adalah sebuah madrasah atau sejenis pesantren berbasis salaf yang terletak di kota Tangier Maroko, bernaung di bawah Wizarotul Auqof Wa Asy-syu’un Al-Islamiyyah.  Berdiri pada tahun 1417 H yang bertepatan dengan tahun 1996 M. Pada awal didirikannya, madrasah ini tidak semata-mata ditujukan untuk memperkaya pikiran murid, tetapi meninggikan moral (akhlak), melatih kedisiplinan, menghargai nilai-nilai kemanusiaan, mengajarkan tingkah laku yang jujur dan bermoral. Setiap murid dibiasakan agar menerima etika agama di atas etika-etika lain. 

Madrasah ini memiliki beberapa jenjang pendidikan. Di antaranya adalah I’dadi (setara dengan SMP atau MTs), Tsanawi (setara dengan SMA/MA), dan yang terakhir adalah Niha’i atau Jami’i (setara dengan kuliah Strata I). Jenjang yang terakhir atau Niha’i baru didirikan pada tahun 2009. 

Dalam sejarah perkembangannya, madrasah ini mengalami progres yang cukup pesat. Meskipun berbasis pesantren salaf, namun tidak meninggalkan ilmu-ilmu modern yang menurutnya perlu dimasukkan ke dalam kurikulum. Atas dorongan yang datang dari berbagai pihak untuk mengadakan jenjang Strata II, madrasah telah mengajukan proposal pengajuan kepada atasannya, Wizarotul Auqof wa as-Syu’un al-Islamiyah, (Kementerian Wakaf dan Urusan keislaman Maroko).

Sesuai dengan keputusan pemerintah Maroko bahwasannya pendidikan Strata 1 dapat ditempuh selama 3 tahun, tingkatan atau kelas yang ada dalam Ta’limul ‘Atiq terdiri dari Sanah Ula (tahun pertama), Sanah Tsaniyyah (tahun kedua), dan yang terakhir adalah Sanah Tsalitsah (tahun ketiga). Di Ta’limul ‘Atiq, jenjang niha’i (S1) tidak mempunyai fakultas dan jurusan sebagaimana universitas pada umumnya di Maroko yang berada di bawah naungan Wizarah Ta’lim ‘Ali (Kementerian Pendidikan Tinggi). Namun, hanya memiliki jurusan Dirosat Islamiyyah (Islamic Study) atau Syari’ah.

Madrasah ini memiliki karakteristik unik dari lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Untuk ilmu-ilmu syari’at seperti Tafsir, Hadits wa ulumuhu, Fiqh wa ushuluhu wa qowa’iduhu diampu oleh 2 dosen dalam jam yang berbeda. Sistem ini dapat menambah wawasan bagi mahasiswa dengan memahami pengajaran 2 dosen yang berbeda dalam satu materi yang sama. Inilah yang menjadi kelebihan kampus ini, karena masing-masing dosen memiliki teori mengajar yang berbeda satu sama lain. Di sisi lain sistem pembelajarannya masih tetap mempertahankan sistem pendidikan tradisional (salaf), para dosennya juga banyak yang didatangkan dari ulama terkemuka di Maroko yang mana mereka belum tentu bersedia ketika diminta mengajar di kampus umum.

Seperti halnya pesantren di Indonesia, penggalian khazanah budaya Islam melalui kitab-kitab klasik salah satu unsur yang terpenting dari keberadaan sebuah lembaga pendidikan yang berbasis salaf dan yang membedakannya dengan lembaga pendidikan yang lainnya.

Madrasah Ta'limul 'Atiq sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional tidak dapat diragukan lagi berperan sebagai pusat transmisi dan desiminasi imu-ilmu keislaman, terutama yang bersifat kajian-kajian klasik. Maka pengajaran “kitab-kitab klasik” telah menjadi karakteristik yang merupakan ciri khas dari proses belajar mengajar di madrasah ini.


No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...