Tuesday, December 20, 2011

The first time speak franch


        Bahasa perancis adalah bahasa yang sulit untuk diucapkan dan dipelajari di bandingkan dengan bahsa inggris. Disamping pelafalannya yang berbeda dengan tulisannya sebagian hurufnya juga ada yang memiliki keunikan tersendiri didalam pelafalannya. Tentunya pembaca penasaran dan pengen tahu apa huruf tersebut. Bagi temen-temen yang sudah pernah belajar bahasa perancis mereka pasti tahu apa huruf tersebut sehingga sulit untuk di ucapkan di bandingkan dengan huruf-huruf al fabet lainnya. Huruf tersebut adalah huruf  ‘’R’’ diucapkan ditengah-tengah tenggorokan dengan suara serak-serak basah, pelafalannya mirip seperti dengan huruf  “ kho” didalam bahasa arab.

Saya yang sebelumnya tidak pernah terfikir dan menyangka  kalau suatu saat nanti bisa belajar di Negara yang menggunakan bahasa percakapan dan kesehariannya adalah dengan menggunakan bahasa perancis merasa tertegun ketika melihat orang-orang lain berbicara bahasa prancis. Apalagi ketika saya disuruh memperkenalkan diri didepan kelas lidah ini rasanya sungguh sangat kelu sekali. Sesekali aku menertawakan diriku sendri begitu juga dengan teman-teman yang melihatnya semuanya ikut menertawakan logat atau gaya bahasa yang aku gunakan ketika berbicara bahasa perancis.

Seiring waktu yang terus berputar tak terasa setahun sudah aku berada ni negeri Maroko hingga suatu saat datanglah waktu liburan. Saya dan teman-teman semuanya sepakat untuk menghabiskan waktu liburan akhir semester kami selama tiga bulan untuk menetap di kota Rabat sampai hari raya Idul Fitri tiba bersama dengan pelajar lain yang berada di kota lain pula. Moment seperti inilah yang sangat ditunggu-tunggu bagi para pelajar Indonesia karena disamping kita bisa bertemu dan bermain bersama kita juga bisa bersosialisasi dengan pelajar mahasiswa yang datang dari Negara lain seperti Spanyol, Mongol, Afrika, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Negara lainnya.

Menginjak awal bulan Ramadhan semua pelajar asing yang berada di Maroko mendapatkan kesempatan untuk bisa menetap di sebuah asrama yang telah disediakan oleh Ta’limul Aly (lembaga pendidikan) selama sebulan lamanya. Disitulah pertama kalinya aku berbicara dan belajar bahasa perancis dengan mahasiswa lain kususnya mahasiswa dari Mongol karena merekalah yang kebetulan asramanya dekat dengan asrama mahasiswa Indonesia. Semua teman-teman baik yang baru maupun yang senior juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut supaya bisa memperlancar bahsa perancisnya.

Dipertengahan bulan Ramadhan ada sebuah agenda buka bersama yang di adakan oleh PPI Maroko dengan mahasiswa asal Thailand yang sengaja diadakan oleh pengurus PPI Maroko untuk mempererat tali persaudaraan diantara pelajar Asia. Saya ucapkan terimaksih kepada teman-temanku semua yang telah mengajariku bahsa perancis semoga kelak bisa bermanfaat bagi bangsa dan Negara.

Semoga kita bisa bertemu kembali di musim liburan nanti…..



No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...