Monday, December 19, 2011

The first vacation in Marocco

    Liburan bagi pelajar mahasiswa adalah sesuatu yang sangat berarti sekali bagi mereka untuk bisa digunakan dengan sebaik-bainya setelah melewati pelajaran dan ujian yang telah berlangsung selama belajar di sebuah kampus atau universitas, khususnya kami yang sedang belajar di negeri para wali (Maroko) yang memiliki empat musim. Negara maroko adalah negara yang mayoritas penduduknya menganut madzhab Imam Maliki sehingga didalam kegiatan belajar dan mengajar di kebanyakan universitas maroko menggunakan manhajnya Imam Malik khususnya dalam bidang ilmu fiqih. Meski demikian tidak membuat pelajar asing yang belajar disini mengalami kesulitan atau kebingungan tapi justru dapat memperbanyak khazanah atau wawasan seputar fiqih Madzhahibul arba’ah yang mana subtansinya sudah tidak diragukan lagi bagi kalangan muslim di Indonesia, khususnya bagi kaum Nahdlatul Ulama sebuah organisasi besar yang mengakui tentang keberadaan dari manhaj empat imam tersebut.

Bagi saya belajar di Maroko tak beda jauh dengan belajar di lingkungan pesantren, memang tidak semua pelajar berada pada satu universitas dan pembelajaran yang sama namun kami yang kebetulan ditempatkan di universitas yang berbasik pesantren dan memiliki asrama sendiri mebuat kami lebih mudah didalam bersosialisasi dengan pelajar penduduk asli karena sebelumnya sudah terbiasa dalam hal ini.

Hanya saja ada perbedaan yang sangat mencolok sekali mengenai pelajaran-pelajaran yang diajarkan pada universitas kaimi di bandingkan dengan universitas Maroko yang lainnya, kalau di universitas lain hanya memiliki delapan mata kuliah saja di setiap semesternya tapi kami yang berada lembaga Ta’limul ’Atiq ( pondok pesantren) hampir dua kali lipatnya yaitu limabelas mata kuliah yang harus ditempuh dan dipelajari selama satu semester. Itulah yang membuat kami terkadang jenuh dan sumpek karena setiap hari harus masuk kelas dan tidak terlambat serta absen yang tak pernah berhenti tiap harinya mebuat kami terpaksa untuk masuk kelas setiap hari karena tidak ada pilihan lain, jika tidak maka pihak direktur kampus akan menegur.

Hingga akhirnya tiap kali datang liburan setelah ujian semester berakhir membuat hatiku plong dan lega rasanya, seolah-oah beban yang selama ini kami pikul sudah aku letakan semuanya. Dan sekarang aku merasakan pertama kalinya berlibur di ibukota maroko Rabat bertemu dengan teman-teman dari tanah air. Disana kami saling melepaskan penat dan galau yang telah lama menyelimuti dan sesekali dari mereka ada juga yang ngajak curhat dan bercanda, tertawa bersam dalam ikatan kekeluargaan yang begitu mendalam.

Betapa indah dan nikmatnya liburan yang kurasakan saat ini dimana saat suasana suka dan duka kita rasakan sambil ditemani secangkir kopi torabika dan rokok sampoerna mild sebuah cita rasa kenikmatan yang sempurna. Paginya kami pergi ke stadion comroh untuk bermain sepak bola bersama.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...