Thursday, January 5, 2012

Waktu


Waktu

Ketika kita membahas tentang sebuah masa atau kehidupan didunia ini maka, kita tidak akan lepas oleh sesuatu yang menamakan dirinya waktu. Mulai dari sekecil apapun aktifitas kita didalamnya selalu dikaitkan dengan waktu. Berkaitan dengan masa hidup manusia, perjalanan waktu merupakan pertambahan umur dan sekaligus pengurangan umur. Umur manusia itu adalah terbatas. Jika mur manusia berkurang, maka kesempatan hiduppun semakin sempit dan pendek. Jadi, apabila kita tidak bisa memanfaaatkan waktu dan kesempatan, maka semakin sulit kita untuk kembali membangun dan mengembangkan potensi.

Karena hidup sangat dibatasi oleh waktu. Dan manusia pasti mengalami titik kematian, kemudian meninggalkan dunia yang temporal ini.  Perenungan jujur kepada realita ini, menyadarkan kita bahwa dunia hanya persinggahan sementara. Hari ini kita ada, tapi esok semua akan berlalu.

Dimulai ketika manusia terlahir . dari seorang ibu yag melahirkan bayi, hingga tumbuh besar menjadi anak-anak, remaja dan kemudian beranjak dewasa. Semuanya terangkum dalam akumulasi waktu ketika usia seseorang mulai menumpuk dan akal mulai sering terpakai untuk menganalisa berbagai macam hal. Justru pada titik ini, banyak orang yang tidak menyadari dan menghayati tentang berharganya sebuah waktu. Setipa kali kita membuka mata pada hari yang baru, pada pergantian bulan dan tahun yang baru, secara sadar atau tidak, manusia terseret ke dalam sebuah rangkaian perjalanan waktu, dimana sebuah perjalanan ini tidak bisa dihentikan. Dan setiap detik-detik waktu adalah perjalanan suatu masa yang permanen dan tidak akan pernah terulang lagi.

Dengan menyadari bahwa durasi (rentang waktu) umur manusia sangat terbatas , maka adalah sebuah kebodohan besar jika manusia membuang waktunya dengan hal yang tidak bernilai. Sebab didalam ruang waktu tersimpan kesempatan yang harus kita isi dengan keseimbangan pencapaian kebutuhan, baik jasmani (dunia) maupun rohani (aherat). Untuk mencapai keseimbangan, terdapat 2 kelompok yang perlu kita perhatikan:

Pertama, untuk golongan masyarakat yang hanya sebatas ingin memenuhi kebutuhan hidup, tanpa berkeinginan lain yang lebih. Kebanyakan dari mereka banyak sekali melewatkan kesempatan untuk bisa mencapai posisi yang  lebih tinggi. Baginya asal sudah bisa memenuhi kebutuhan primer, ya sudah. Tanpa perlu memikirkan, bagaimana bisa menciptakan sebuah piramida kehidupan, dan kita bisa berdiri di atasnya. Kelompok pertama ini, tergolongkan pada orang-orang yang tidak menghagai waktudalam hidupnya. Hal ini tentu sangat disesalkan.

Kedua, adalah orang-orang yang berambisi besar, menjadi yang paling hebat. Tanpa dibarengi perlengkapan kebutuhan spiritual yang membawa kita pada pencapaian kebutuhan rohani (akhirat). Sekalipun orang ini dikelompokan pada golongan orang yang rajin. Yang jelas, sebagian besar dari masyarakat ini, berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang paling atas. Tanpa perlu menengok lebih jauh, dimanakah kedalaman makna atas yang sebenar-benarnya. Yakni ketinggian kedudukan yang baik nilainya menurut kita dan juga baik dihadapan Allah SWT. Golongan masyarakat inipun, termasuk orang-orang yang tidak bisa menghargai waktu. sebab tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada, agar mrnjadi manusia yang menuju sempurna. Berhasil didunia, dan juga di akherat. Sayang sekali bukan.

Sebagai bahan perenungan saja, kelompok orang yang tidak menghargai waktu lambat laun bisa membawa manusia itu sendiri pada keterpurukan hidupnya. Bahkan pada kehancuran suatu bangsa. Kenapa urusan diri pribadi bisa meluas pada kelompok yang lebih besar ? sebab bangsa yang besar terbentuk dan terbangun dari sumber daya manusia yang berkualitas dan mapu mengkombinasikan semuanya menjadi sebuah kondisi yang seimbang antara kebutuhan duniawi dan kebutuhan akherat yang terimplementasikan dalam sebuah pemanfaatan waktu dan kesempatan yang menghampirinya.

Oleh sebab itu, marilah kita berintropeksi diri. Sudahkah kita memanfaatkan kesempatan dalam satu kali kesempatan hidup ini? Agar hidup yang kita nikmati,  bisa termnafaatkan waktunya secara maksimal. Tanpa secelah waktu yang terlewat dengan sia-sia dan percuma.

Tetap pandangan lurus kedepan. Penuh visi dan misi, agar memacu kita menjadi manusia yang hebat. Hebat di dunia dan hebat di mata Allah SWT. Berusahalah mencapai setinggi-tingginya derajat. Jangan pernah putus asa untuk menjadi lebih baik. Karena tak ada kata terlambat untuk sebuah proses menuju peningkatan hidup yang lebih baik. Sebagai penutup, jadilah individu yang bisa menghargai waktu. insya Allah, predikat manusia yang menju sempurna bisa tecapai. Amin .
Semoga tulisan yang jauh dari sempurna ini bisa memberikan manfaat sekaligus sebagai bahan perenungan tentang segala yang pernah dan sedang kita lakukan sampai pada usia kita sekarang.

 

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...