Saturday, March 17, 2012

Makna cinta di bawah menara al-Kutubiya

Seribu harapan
Dimalam yang kian hening,di tengah dingin yang menusuk kulit ia tak mampu lagi memejamkan matanya, meski berselimut tebal dan jaket berlapis dua namun tetap saja dingin terus menyelimuti nya di pojok kamar yang gelap dan sunyi. Nyanyian malaikat yang turun dari langit rupanya sengaja membangunkannya dengan bisikan lembut lewat dinginnya malam yang menyejukan hatinya. Ia sendiri tak tahu apa yang telah terjadi pada dirinya sampai terbangun dari mimpi indahnya bersama pangeran-pangeran surga yang memperlihatkan sejuta keindahan, ketampanan dan pesona aroma wangi tubuhnya.

Diusapnya embun di jendela kaca yang membeku kemudian ia arahkan pandagan matanya ke luar jendela. Disana tak tampak satupun gerakan langkah kaki manusia, semuanya terlelap dengan mimpi-mimpi indah yang menemaninya. Kini kota tua itu menjadi saksi mimpi-mimpi indahnya dan menjadi bagian dari sejarah hidupnya yang tak akan pernah di lupakan sepanjang hidupnya.

Meski terkadang muncul dalam benak, rasa pesimis, rasa tak berarti, kecewa, dan penyakit hati lainnya yang menyebabkan ingin mundur dari suatu perjuangan namun ia yakin dengan isyarat mimpi indahnya  ia  akan menemukan kehidupan barunya yang lebih baik.

Dengan seribu harapan yang membuncah dihati ditutupnya tirai jendela yang membeku itu, ia gerakan langkah kakinya mengambil air wudlu untuk mensucikan jiwanya yang kering kerontang  agar bisa menghadap dan bermunajat pada Tuhan semesta alam yang maha pengasih lagi maha penyayang bagi hamba-hambaNya yang beriman.

Sihir cinta
Paginya gundukan salju yang yang tebal berselimut kabut itu terlihat dari jarak kejauhan menutupi gunung atlas yang tinggi dan menjulang setingggi harapannya didalam melangkahkan kaki menapaki sudut-sudut kota tua yang berwarna merah yang memiliki kekayaan budaya dan tempat wisata, menjadikan kota tua itu sebagai pusat turis terbesar di Maroko. Kota yang terletak dengan pegunungan Atlas (Moyen Atlas) ini, mennyerap sinar matahri sepanjang tahun yang mengundang jutaan turis Eropa datang untuk menikmati suhu antara 40-45 C di musim panas dan mengeluarkan salju tatkala musin dingin tiba.

Demi memenuhi permintaan sang pujaan hatinya ia rela menunggu selama berjam-jam. Walaupun tempatnya tidak terlalu membahayakan keselamatanya dari kejaran para pemuda yang suka iseng. Namun jika waktu menjelang soredi tempat ia menunggu  lumayan menghawatirkan bagi seorang gadis yang keluar sendirian, apalagi di negeri orang.

Sebelumnya ia tidak sebodoh yang ia lakukan sekarang, sewaktu ia masih belajar di Indonesia bisa di bilang gadis yang sangat di segani oleh temen-temennya. Di samping bisa menjaga diri ia pandai menghindar dari kejaran dan rayuan gombal si hidung belang yang ingin mencoba mencicipi kecantikan wajah dan parasnya.

Entah sihir apa yang telah melekat padanya hingga berani  keluar sendirian demi seorang cowok Mahgriby yang jelas-jelas belum ia ketahui dari mana asal usulnya. Hanya kebetulan saja ia sering di tolong oleh seorang lelaki yang berperawakn putih, tinggi dan tampan  yang akrab dengan panggilan Fauzan nama lengkapnya Fauzan Azmi.

Sewaktu ia masih belajar bareng di Fakultas yang sama di Marakech. dengan bermodalkan keihlasan dan kepandaian yang dimilikinya  Fauzan selalu berusaha untuk membantunya  tatkala mendapatkan kesulitan dalam pelajarannya. selama mereka berdua belajar bersama ternyata Fauzan bukan hanya berhasil membuatnya pandai dan pintar dalam pelajaran yang di tekuninya tapi ia juga mulai mengerti dan memahami tentang  makna cinta yang dia ajarkan kepadanya, lambat laun ahirnya ia sepenuhnya meberikan cintanya kepada Fauzan, orang yang selalu di sampingnya di saat ia membutuhkannya.

Atas nama cinta
Tanpa tersa 3 tahun sudah mereka berdua telah belajar bersama, bermain bersama dan menyatukan hatinya. Waktupun terus berputar dengan cepat.Dengan alasan ingin melanjutkan kuliahnya ke kota lain Fauzan meminta izin kepadanya agar tetap setia menunggu. Namun sayang Fauzan tidak pernah menyebutkan dimana ia akan meneruskan kuliahnya dan keluarganya menetap dimana.

Dan hari ini adalah waktu yang di janjikan oleh Fauzan, bahwa ia akan datang menemuinya setelah berpisah selama 2 tahun lamanya, di sebuah tempat dimana mereka berdua saling memperkenalkan namanya masing-masing. Sebuah taman yang indah penuh dengan dedauanan dan pepohonan yang rindang, tepatnya di sebelah kanan masjid Al-qutuby  yang mana telah menjadi saksi bisu bagi dua insan yang telah  memperkenalkan dirinya dan berikrar untuk saling mencinta, percaya dan setia.

Atas nama cinta dia rela melakukan yang baginya suatu pengorbanan, namun bagi orang awam suatu kekonyolan. Lebih dari 3 jam dia mencari dan menunggu kedatangannya hingga hampir semua taxi yang lewat di depannya tak lengah dari pengawasannya.Namun sayang yang di tunggu belum kunjung datang juga.

Siang yang teramat terik tak menyurutkan semangatnya, beberapa kali dia coba menghubungi beberapa nomor telephone sang kekasih yang dimiliki. Namun semuanya nihil. Telephone-pun tidak diangkat, padahal siang itu rencana janji bertemu telah mereka rancang sebelumnya.

Lelah dirasanya, melihat warung asir (penjual es jus rasa jeruk khas Maroko) laju kakinya terhenti seketia. Sekedar untuk menyegarkan diri dipesanya minuman itu. Minuman menyegarkan itu tak lama masuk ke dalam mulut dan kerongkongan, namun perasaan galau tak kunjung juga sirna. Sesekali ditatapnya ponsel di tas, berharap sang kekasih memberinya jawaban ataupun menelphone. Namun tetap masih nihil. Sempat pikiran negative datang dan punya keinginan untuk membatalkan janji tersebut, namun perasaan dan kebutuhan akan kepastian lebih besar sehingga tekad tak bisa disurutkan.

Di balik pesona kota tua
Dirasa cukup beristirahat, ia bangkit dari tempat duduknya sambil sesekali melihat-lihat para penjual yang mengitarinya. Siapa yang tak kenal dengan kota Marakecch? Konon bagi para turis yang datang ke Maroko ia belum dikatakan sudah berada di Maroko jika belum menginjakkan kakinya di kota Marakech, kota tua yang di dominasi dengan bangunan-bangunan tinggi dan berwarna merah itu ternyata  menyimpan keindahan yang membuatnya menjadi pilihan utama tempat penyelenggaraan berbagai pertemuan internasional di Maroko.

Namun dibalik semua pesona dan keindahan kota tua, bukan itu yang ia cari. Meski disana ada Djemaa El-FNA dimana seni dan budaya di apresiasikan di jantung kota Marrakech oleh sejumlah musisi dan penari tradisional Maroko, pendongeng dan hiruk-pikuk drum beates yang bersemangat dengan koor yang variatif tak sedikitpun menarik perhatiannya, meski disana ada pasar Tradisional Marrakech dimana pengunjung bisa membeli hampir semua hal, dari rempah-rempah, sandal dan sepatu kulit Maroko, kain dan jellaba (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan kepala) dan lain-lain satupun yang mampu memikat hatinya.

Lisa Alisobat adalah seorang wanita cantik yang manja asal Madura, Indonesia. Segala hal mengenai perawakannya adalah sempurna ia punya kaki panjang yang indah, hidung yang mancung, mata hitam yang cerah, dan rambutnya panjang berwarna hitam mengkilap tetutup rapi dengan jilbab ungunya yang anggun. Setiap orang pasti akan terpesona jika melihatnya.

Tiga jam sudah ia berada di tengah-tengah kerumunan para pedagang dan pembeli di pasar Djame El- FNA . Mobil-mobil mewah dan taxi tak henti-hentinya berlalu-lalang di hadapannya. Sementara pandangan matanya tertuju pada setiap orang yang baru saja turun dari taxi, ia tak henti-hentinya mengawasi setiap taxi yang lewat di depan matanya. Ia sangat berharap kalau sang pujaan hatinya datang menjumpainya dan membawanya terbang ke angkasa bersama mimpi-mimpi indahnya.

Munajat cinta
Suara Adzan Ashar dari kejauhan telah berkumandang, seruan sakral untuk hati manusia yang merasa beriman. Ia berlari, menyibakkan keramaian Djamme Al-FNA. Sekuat tenaga di kerahkan, ia tak mau ketinggalan sholat berjamaah di Mesjid yang tak jauh dari tempat tersebut. Sebuah masjid yang memiiki menara setinggi 145 meter ia segera mengambil air wudhu dengan hikmat seraya berdoa, semoga segala dosa anggota tubuhnya akan hilang mengalir bersama air. Dalam salam tasyahud akhir, ada getaran menjalar hangat dalam kalbunya. Bagai bisikan ghaib, memberikan pencerahan dan membawa ketenangan menyejukkan. Ia mendapatkan sebuah jawaban kecil kini, harus ia tafsirkan jawaban itu menuju sebuah langkah yang dibenarkan secara keimanan.

Selesainya bermunajat ia keluar menuju taman di sebelah kanan masjid al-kutuby dan duduk di tengah kerumunan anak-anak kecil yang sedang bermain bola. Sesekali orang tuanya mengawasi mereka dari kejahuan.  Hari telah senja, Senja adalah saatnya matahri masuk peraduan, menuntaskan tugasnya dan beristirahat hingga esok hari.

Senja adalah saatnya pergantian suasana , dari teriknya siang menuju temaram dan diakhiri dengan kegelapan. Matahari begitu indah bulat sempurna bergerak perlahan membenamkan diri di ufuk Barat.

Sebuah tugas yang telah dijalani dalam kurun waktu yang tak terbilang, menghambakan diri pada Allah menerangi makhlukNya di Bumi yang fana. Tak ada kata protes dan tanya mengapa ia harus begitu, terbit dari Timur dan terbenam di Barat. Sementara manusia yang hanya mempunyai waktu singkat, terlalu banyak bertanya dan protes dengan ketentuan sang Maha Kuasa. Banyak cerita seputar senja. Banyak senja dilalui di berbagai belahan nusantara, beberapa di pelosok dunia. Ada yang ternikmati, banyak juga yang terlewatkan begitu saja.

Sementara angannya selalu berharap kalau sosok yang di nantikannya segera datang dihadapan matanya, memberinya senyum manis, membawanya terbang tinggi ke angkasa bersama indahnya pelangi dan nyanyian surga.
Seperti janjinya yang dulu sempat terucap sebelum perpisahan menyapanya. Fauzan berjanji akan selalu setia meski ruang dan waktu memisahkan mereka berdua.

Fauzan berjanji akan selalu membahagiakan hidupnya dan menemaninya sepanjang masa. Kemana saja yang Lisa inginkan Fauzan siap mengantarnya, menjaganya dan tidak akan membiarkannya terluka sedikitpun. Baginya Lisa adalah laksana permata yang menjadi rebutan bagi siapa saja yang melihatnya namun tidak semua orang dapat memilikinya.

Dengan polos dan mudahnya Lisa pun mempercayai semua janji-janjinya yang manis meski sebetulnya ia sejujurnya tidak pernah tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hati sang pujaannya.

Di matanya Fauzan adalah kehidupannya…
Tempat ia bersandar…
Tempat ia bertumpu….
Tempat berbagi segala macam kisah….
Tempat ia berselimut saat dingin dunia membelenggunya…

Getaran jiwa yang lara
Setengah jam berlalu ia duduk menunggu dengan perasaan yang tegang, kali ini rasa lelah hatinya tak terbendung, ditambah rasa lapar yang melanda. Alih-alih untuk bertemu makan siang, dia sengaja untuk tidak mendahului makan duluan, sekali lagi pengorbanan yang konyol.

“Lisaa.. .......!!!!“..

Tiba-tiba terdengar ada suara  lelaki yang memanggilnya dari belakang. Iisa yakin betul kalau yang memanggil namanya adalah Fauzan, orang yang selama ini di nanti-nantikan . Betapa bahagiannya hati Lisa setelah 2 tahun lamanya berpisah kini tiba saatnya saling meluapkan rasa rindunya yang selama ini terus di pendam.

“Afwan Lis ane telat datangnya”
“ Faiz ..ada apa kamu tergesa-gesa kesini?”
“ Sebelumnya aku minta maaf karena tidak mengabarimu dulu kalau aku ingin menyampaikan titipan dari seseorang yang sudah lama kau tunggu”
“Maksud kamu apa iz??”
“”Fauzan??””
“ iya Lis “
“ Titipan apa ?? “
“ Bentar Lis ..kamu duduk aja dulu dan tenangkan hatimu biar aku ceritakan tentang datangnya titipan ini”

Tiga hari yang lalu Fauzan mengirim pesan kepadaku kalau ia berjanji akan menemuimu disini dan ternyata betul kamu sudah menunggu disini. Sebagai permintaan maafnya karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan ahirnya ia meminta tolong kepadaku agar mau menyampaikan bingkisan yang nantinya akan di berikan kepadamu seandainya sudah menemuimu dan sekarna bingkisan itu sudah ada di hadapanmu. Aku sendiri sebetulnya tak tega melihat kamu sedih dan menangis dan tak tahu apa yang akan terjadi setelah kamu menerima bingkisan ini. Di dalam pesan terakhirnya Fauzan hanya bilang kalau ia tidak bermaksud ingin menyakiti perasaan hatimu.

Ia juga bilang Semoga kamu bisa mendapatkan pendamping hidupmu yang lebih baik darinya. yang selalu menemanimu di setiap saat.

“Setelah bingkisan tersebut di buka di dalamnya tertulis Undangan pernikahan Fauzan dengan Aqidatul Amaliyah pada hari Rabu pukul 19.00 sampai dengan selesai”

Langit tertutup dengan mendung  dan malampun siap megepakan jubah hitamnya semetara Lisa masih terus menangis dan sakit hati seolah tidak terima dengan keputusan Fauzan .

Sinarnya yang dulu meneranginya kini mulai meredup…
Tetesan kasih sayangnya ynag dulu menyejukan hatinya kini terasa panas dan menyesakan dada…
Beningnya harapan yang ia janjikan kini berubah menjadi sesuatu yang menodai dan mengotori kehidupannya…

Senyumnya yang dulu menjadi hembusan nafasnya kini ia tak sudi lagi bersamanya…
Kebahagia yag ia janjikan kini telah berubah menjadi racun kehidupannya…
Keceriaan yang di dambakan kini berubah menjadi kekecewaan yang mendalam..

“Kini aku sadar kalau selama ini aku hanya menatap sisi terangmu saja Fauzan”

Menemukan maka cinta
Sambil mengucurkan air mata ia terus menyadari dan meyesali perbuatanya karena telah begitu mudah percaya dengan orang yang tidak jeas asal usulnya. Ia baru benar-benar sadar kalau selama ini hanya memperhambakan diri sebagai pemuja untuk keabadiannya. Kini  yang terjadi justru malah sebaliknya duri-duri tajamlah yang telah menusuk-nusuk hatinya. Menusuk disetiap helai sayapnya sehingga ia tak mampu lagi terbang mengepakan sayapnya.

Dengan indahnya Fauzan telah  menjatuhkan Lisa dan menghempaskannya kedalam jurang yang penuh dengan kerikil-kerikil tajam. Lembut belaiannya ternyata semuanya semu belaka. Fauzan dengan mudahnya meninggalkan Lisa sendirian dalam kesunyian yang tak berujung, dalam kehampaan yang tak terbatas seolah ia hanyalah boneka mainan yang bisa di bawa dan ditinggalkan sesuka hatinya. Lisa terkapar dan tidak berdaya setelah mencium kuncup bunganya yang beracun, ia kira cinta itu selalu indah ternyata yang ia dapatkan adalah penghianatan dari lelaki hidung belang yang tak bertanggung jawab.

Pergi kau cinta…!!!”
Persetan denganmu…..!!!”
Aku tak membutuhkanmu lagi…!!!

Lisa menjerit dan menagis penuh histeris sambil menyobek kertas undangan yang ada di tangannya. Sementara Faiz mencoba untuk menenangkannya…

Sudah Lis kamu jangan memperparah keadaanmu sekarang ini. Jadikanlah semua ini sebagai pelajaran yang berharga dalam sejarah hidupmu agar kelak kamu tidak terperangkap dalam jurang yang sama. Bersyukurlah karena biar bagaimanapun kamu masih tetap Lisa yang tangguh dan berani yang bisa menghindari dari rayuan-rayuan hidung belang yang tidak tanggung jawab. Biarlah semuanya megalir menghiasi kisah cintamu di kota tua ini. Kota yang penuh dengan keindahan yang menjadikan semua orang tersihir dengan keindahannya.

"Pandanglah jauh ke depan sana, sang nirwana telah menunggumu …"
"Disana terdapat pelangi kerinduan yang kelak akan kau tapaki  bersama orang yang merindukanmu dan mencintaimu…"

"Rubahlah tangismu menjadi  tangis kebahagiaan yang kelak akan menjadikanmu lebih dewasa dan memahami makna cinta yang sesungguhnya di bawah menara masjid tertua Al-Qutubiya…"

2 comments:

  1. subhanallah.. , kisah yg mengharukan. Tp setiap org pasti pernah mengalami kesedihan , smoga ini bisa dijadian i'tibar. Sy setuju dengan yg terakhir, smga diganti dg kbahagiaan. walau bagaimanapun sakitny harus tetap tegar dan menatap masa depan, krn masa depan masih suci.

    ReplyDelete
  2. Mumtazz..yang jelas segala sesuatunya pasti ada hikmahnya...

    ReplyDelete

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...