Sunday, April 29, 2012

Maroko Vs Negeri Seribu Warung Kopi


Menyruput nikmat dan harumnya secangkir Attai (teh) panas khas Maroko adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda berkunjung negeri senja (Mahgriby), apalagi di musim dingin, attai menjadi teman sejati warga Maroko dan para pelajar Indonesia sebagai penghangat tubuh atau sekedar penghilang rasa dingin yang menyelimuti. Teh Maroko atau yang biasa disebut oleh orang Maroko attai adalah racikan teh khas penduduk Maroko yang dicampur dengan daun Na’na (daun rasa menthol) sehingga menimbulkan cita rasa tersendiri, tentunya sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan attai senikmat attai Maroko di belahan dunia manapun...hehehe. Hal menarik saat menikmati attai di Maroko adalah dengan bersantai dan bercanda ria dengan teman-teman dan kerabat. Menikmati attai di Maroko adalah pengalaman yang unik dan langka.

Minum attai merupakan tradisi dan kebiasaan sehari-hari yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam kehidupan masyarakat Maroko. Oleh karena itu, di Maroko banyak terdapat café (makha) yang menyediakan berbagai macam minuman khas Maroko khususnya attai. Walaupun Negara Maroko bukanlah Negara penghasil teh serta tidak memiliki kebun teh namun, Maroko merupakan Negara yang mayoritas penduduknya adalah pengkonsumsi teh, hebat bukan?? hehe. Sebagian besar teh yang masuk ke Maroko berasal dari Indonesia, yaitu sekitar 60%  dan 40% lainnya berasal dari China dan Vietnam. 

Teknik membuat secangkir attai di café (makha) adalah dengan merebus air dahulu sampai mendidih, kemudian masukan tehnya dengan terlebih dahulu mengecilkan apinya. Sesekali di aduk sambil menunggu mendidih. Setelah itu baru siap untuk disajikan. Cara penyajian attai di Maroko sangat  berbeda sekali dengan Negara-negara lain seperti Indonesia. Di sini, attai yang sudah ada di dalam ceret tidak langsung dituangkan ke dalam gelas kecuali setelah di campur dengan daun na’na sehingga memiliki rasa serta aroma yang berbeda. Yang lebih unik lagi adalah ketika attai yang ada di ceret siap dituangkan ke dalam gelas, dengan gaya khasnya pelayan café mengangkat ceret tersebut setinggi mungkin sambil menungkan kedalam gelas, kemudian air yang ada di dalam gelas tersebut dimasukan lagi kedalam ceret terus di tuangkan kembali sampai tiga kali. Seru yahh..hehehe.

Jika anda berada di Maroko dan ingin mencobanya maka tidak usah bingung mencarinya karena hampir di sepanjang jalan atau gang banyak sekali café-café yang bertebaran dengan menyediakan beraneka macam minuman khas Maroko khususnya attai. Kalau saat ini banyak orang yang menyebut Aceh sebagai Negeri Seribu Warung Kopi karena kebiasaan minum kopi di Banda Aceh dan sekitarnya sudah mengakar di kalangan masyarakat sejak masa Kesultanan Aceh. Maka di Marokopun bisa disebut sebagai Negeri Seribu Warung Attai disamping terkenal dengan sebutan Negeri Seribu Benteng. Fasilitas yang ada di cafe tak lebih dari meja dan kursi, televisi satelit, dan akses internet, yang jelas rugi banget kalau sudah berada di Maroko tapi tidak mencobanya.

By: Kusnadi El Ghezwa mahasiswa s1 univ. Imam Nafie Tangeir, Maroko.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...