Saturday, October 20, 2012

Dimanakah Semangat Pemuda Indonesia Hari Ini?


*Oleh Kusnadi El Ghezwa
Dimanakah Semangat  Pemuda Indonesia Hari Ini?
Entah mengapa, setiap kali saya ingin menulis tentang semangat pemuda Indonesia pikiranku langsung tertuju pada sebuah peristiwa delapan puluh empat tahun silam, dimana saat itu para pemuda-pemudi Indonesia, putra-putri terbaik bangsa saat itu telah menghasilkan tiga sumpah (janji) penting yang sangat menentukan masa depan bangsa Indonesia kearah yang lebih baik yaitu meraih kemerdekaan. Sumpah tersebut dihasilkan dalam peristiwa Kongres Pemuda ke-2, di Jakarta, tepatnya di Jalan Kramat Raya no.106, yang sekarang telah menjadi Museum Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928 yang kemudian setiap tahunnya kita memperingatinya sebagai hari sumpah pemuda.

Ketika itu betapa pentingnya peran pemuda bagi kemajuan suatu bangsa. Apabila melihat perjuangan Bangsa Indonesia atau yang dikenal sebagai masa kejayaan nusantara, justru yang membawa nusantara berjaya kala itu adalah sosok pemimpin dari seorang pemuda yang mempunyai kemauan keras untuk memajukan nusantara. Hingga akhirnya bisa membawa nusantara berada dalam puncak kejayaan.

Namun kini, peristiwa yang sangat bersejarah itu seolah hanya menjadi sebuah dongeng sebelum tidur, bagaimana tidak? Semangat yang dulu dikobarkan oleh para pemuda-pemudi saat itu kini mulai redup ditiup oleh arus zaman. Sehingga timbulah dalam benak kita sebuah pertannyaan dimanakah semangat pemuda Indonesia hari ini? Tidak bisa dipungkiri bahwa pemuda sekarang mayoritas hanya diam, peduli pada nasib masing-masing. Jiwa nasionalis dan sosial seakan memudar. Kalaupun ada yang peduli pada nasib bangsa ini, jumlahnya tidak lebih besar dari yang apatis.

Terkadang kita juga dibuat sedih dengan kenyataan para pemuda Indonesia saat ini. Semangat mengisi kemerdekaan mereka sangat kecil, bahkan kadang malah merusak. Hanya karena sedikit salah paham, para pemuda sekarang bisa tawuran. Tawuran antar pemuda tidak mengenal lokasi dan tingkat kedewasaan. Pemuda desa yang satu rusuh dengan pemuda kampung yang lain. Ada juga tawuran antar sekolah dan antar universitas. Bahkan siswa Sekolah Dasar (SD) mulai menirukan para kakak-kakak mereka tersebut. Mereka menghancurkan semangat Sumpah Pemuda.

Masalah beberapa pemuda masa kini, bukan hanya emosi yang tak terkendali. Mereka juga bermental egois dan asyik dengan diri sendiri tanpa peduli dengan lingkungan. Mereka menjerumuskan diri ke dalam narkoba, hura-hura, pesta-pora, hingga seks bebas.
Pemuda saat ini terlalu terlena dengan kemudahan-kemudahan yang ada. Untungnya, tidak semua pemuda zaman sekarang seperti mereka, yang menghancurkan diri dan bangsanya. Masih banyak generasi penerus bangsa yang masih peduli dengan lingkungan dan menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda. Ada beberapa indikasi sebagai penyebab masalah dikalangan pemuda hari ini:
  1. Masih relatif rendahnya tingkat pendidikan pemuda;
  2. Masih relatif tingginya tingkat pengangguran pemuda;
  3. Masih relatif rentan terhadap perilaku menyimpang di kalangan pemuda (narkoba, sex bebas, pornoaksi, pornografi, dll);
  4. Adanya kecenderungan aktivitas pemuda lebih banyak di kota dari pada di desa;
  5. Adanya kecenderungan munculnya perilaku kekerasan di sebagian kalangan pemuda;
  6. Adanya kecenderungan sikap acuh tak acuh terhadap masalah moral dan akhlaq mulia di sebagian kalangan pemuda;
  7. Adanya kecenderungan meredupnya nasionalisme di sebagian kalangan pemuda;
  8. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pembangunan kepemudaan;
Namun disisi lain, tidak semua pemuda seperti itu. Masih ada pemuda Indonesia masa kini yang berprestasi di bidang pendidikan, olahraga, teknologi, perdamaian, seni, dan lain-lain. Sebut saja Taufik Hidayat atlet bulutangkis Indonesia yang telah menorehkan sejarah di tingkat dunia.

Jadi menurut hemat penulis, kenyataan pemuda saat ini adalah ada yang melupakan semangat Sumpah Pemuda. Ada pula yang tetap memegang teguh. Yang tetap setia kita dukung dan mencontohnya. Sementara yang lupa, kita ingatkan agar kembali ke semangat para pemuda dulu.

Jika pada masa dulu, kaum penjajah yang memecah belah bangsa Indonesia, bukan tidak mungkin persatuan dan kesatuan yang selama ini kita bina akan terkoyak oleh ulah bangsa sendiri. Bahasa Indonesia yang selama ini diakui sebagai bahasa persatuan rusak justru oleh perilaku bangsa sendiri. Kontras, dengan kondisi dan perjuangan pemuda zaman dulu yang demi persatuan dan kesatuan bangsa, mereka berani mengorbankan waktu, tenaga, biaya dan fikiran, bahkan jiwa sekalipun.

Akhirnya, mari teruslah kita jaga nasionalisme dalam hati kita, dan kita selalu pupuk, agar menghasilkan karya nyata, sehingga dapat memberikan sumbangan bagi kemajuan bangsa yang kita cintai ini, yaitu bangsa Indonesia. Semoga dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran serta semangat para pemuda-pemudi Indonesia yang telah mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda, maju terus pemuda Indonesia, raihlah kejayaan bangsa dan negara. Hanya ada satu kata yang dapat saya sampaikan kepada seluruh pemuda bangsa’’Bangkit’’.

*Penulis adalah mahasiswa S1 universitas imam Nafie, Tanger.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...