Friday, November 30, 2012

Essaouira, Si Mungil nan Cantik dari Maroko

Siapa sangka, kota kecil di selatan Maroko punya panorama cantik. Essaouira, meski tergolong kota kecil, tetap saja kecantikananya bisa bersaing dengan kota besar. Terlebih lagi, pesona pantainya yang bisa menghipnosis wisatawan.

Dengan memakai kendaraan Peugeot yang dikendarai langsung oleh Mas Bowo, akhirnya kami berenam, Mas Bowo, Mbak Nur, Mahendra, Pak Taufiq, Mas Sabiq dan saya sendiri sampai juga di kota tujuan Essaouira di Maroko.
Essaouira adalah salah satu kota wisata yang paling penting di Maroko dengan sejumlah hotel dan restoran yang berada di tepi pantai. Tempat-tempat ini siap melayani wisatawan yang datang untuk bersantai di pantai atau melakukan kegiatan kitesurfing dan windsurfing.
Terbukti, ketika kami sampai di kota ini, deretan hotel dan restoran terlihat di sepanjang pantai. Bangunan-bangunan tua juga ikut menghiasi perjalanan kami tatkala menyusuri tepian pantai.
Setelah merasa puas kami meneruskan perjalanan menuju kota lama Essaouira yang letaknya tak jauh dengan pantai ini. Di kota lama ini, kami menemukan berbagai macam pernak-pernik serta seni dan kerajinan khas Maroko.

Di sini juga ada berbagai ukuran dan corak kaos yang bertuliskan Essaouira dengan harga yang sangat terjangkau. Kita bisa menemukaannya di emperan kota seberapa tapi memilki kenangan terendiri. Tetapi yang paling spesial dari Essaouira adalah suvenir kayu yang dipahat.

Tak terasa dua jam lebih kami menyususri kota tua ini. Matahari mulai menampakan dirinya dari ufuk barat. Ahirnya kami putuskan untuk mencari penginapan terlebih dahulu agar bisa istirahat dan bersantai sambil menikmati aktifitas para malam para penduduk kota ini.

Untuk mendapatkan hotel atau tempat peginapan, Anda tidak usah bingung atau takut harganya mahal. Di kawasan Pantai Essaaouira ini punya banyak sekali para pemuda yang menawarkan hotel dan villa dengan harga yang sangat terjangkau. Mulai dari hotel dengan harga yang murah, mahal, sampai yang paling mahal pun ada semua. Tinggal dicocokan saja dengan isi dompet kita.

Selesai salat Isya kami bertiga, Pak Taufiq, Mas sabik dan saya sendiri) mencoba melihat dengan dekat keindahan Pantai Essaouira dengan berjalan kaki. Meski suasana alamnya tidak terlalu ramai seperti di Kota Rabat, tapi asyik untuk dinikmati dan bersantai sambil menikmati secangkir kopi di tepi pantai dan ditemani obrolan-obrolan yang semakin menghangatkan suasana maam itu.

Kepulan rokok marqis juga tak ketinggalan mewarnai keindahan malam itu. Bagi para perokok akan merasa hangat dan nikmat jika menikmati kopi dengan sesekali menyedot rokok.
Menurut sejarah masa lalu,  Essaouira adalah lokasi yang sering di kungjungi wisatawan dan pedagang karena kedeketannya dengan Atlantik dan rute perdangan ke Eropa. Essaouira di akui sebagai contoh sempurna kota benteng dari abad ke-18.

Di antara yang menarik dari kota kecil nan unik ini, selain aktivitas para nelayannya dengan perahu-perahu kecil berwarna biru, geromboloan burung pelikan yang memadati benteng dan berebutan mendapat lemparan ikan dari para nelayan menjadi pemandangan yang mengasyikan tatkala sore hari.

Meski kami sudah dua malam di sini, raasanya masih ingin menikmati kembali perjalanan indah di tepian pantai dan kota lama ini. Selain indah kotanya, pendudunya pun ramah.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...