Thursday, December 27, 2012

Maroko kembali lahirkan Doktor Maqashid Syariah

Rabu, 26 Desember 2012, bertempat di Auditorium Al-Ziyani, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Moulay Ismail, Meknes-Maroko, putera Indonesia, Badrul Munir, berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam, berhasil meraih gelar seorang Doktor Konsentrasi Ijtihad Maqashid dengan judul Disertasi : Kaidah Fiqih Mencegah Kerusakan, Lebih Utama daripada Mengambil Kemaslahatan: Studi Teori & Aplikasi Fiqih Maqashid Syari'ah.
Sidang disertasi yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 19.00, dihadiri oleh Duta Besar RI Rabat, Tosari Widjaja, sejumlah perwakilan anggota PPI Maroko dari tiap-tiap daerah di Maroko, civitas akademika Universitas Moulay Ismail dan mahasiswa Maroko di Fakultas Adab. Kehadiran Duta Besar Bapak Tosari Widjaja mendapat sambutan hangat dari Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Meknes dan Tim Penguji. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian dan dukungan Duta Besar RI Tosari Widjaja terhadap mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Maroko.
Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Moulay Omar Binhammad (Ketua), Prof. Dr. Abdul Hamid Achak (Pembimbing/Rapporteur), Prof. Dr. Hasan Al-Alami (anggota), Prof. Dr. Abdul Majid Muhib (anggota), dan Prof. Dr. Basidi Lamrani Alawi (anggota).
Disertasi memaparkan antara lain berbagai aspek teoritis tentang Kaidah, syarat-syarat penerapan kaidah, memilih dan menimbang mashlahah dan mafsadah yang saling bertentangan yang disertai aplikasi oleh ulama dahulu dan terapannya terhadap permasalahan terkini baik ibadat, muamalat, kasus medis kontemporer maupun kasus ijtihad fiqih lainnya. Selain mengkritik dan mengevaluasi disertasi, Tim Penguji memuji isi disertasi yang mampu menguraikan secara sistematis syarat penerapan kaidah terhadap berbagai problematika fiqih kontemporer ditinjau dari sudut pandang Maqashid Syariah.  
Setelah berhasil mempertahankan disertasinya, Tim Penguji memutuskan untuk menganugerahkan Sdr. Badrul Munir gelar Doktor dengan predikat Summa Cum Laude (Musyarrif Jiddan). Dengan suksesnya sidang ini, selama tahun 2012, Maroko telah melahirkan 3 orang Doktor dan Badrul Munir merupakan putera pertama Aceh yang berhasil meraih gelar Doktor di bidang Maqashid Syariah.
Maroko negara yang sangat terkenal dengan studi ilmu maqashid, pionir dan gudangnya pakar maqashid syariah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia dengan semakin bertambahnya putera Indonesia meraih gelar Doktor di negeri matahari terbit (Al Maghribi). Peran alumni Maroko dengan berbagai dispilin ilmu sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia di tanah air. Semoga mahasiswa lainnya dapat menyusul untuk mengharumkan nama Indonesia di Maroko dan ikut mewarnai khazanah pemikiran keislaman di tanah air.
Dalam kesempatan ini Dubes RI Untuk Kerajaan Maroko H.Tosari Widjaja berharap, semoga prestasi dan ilmu yang di raihnya bisa bermanfaat dan mampu memajukan umat, bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Sumber: PPI Maroko

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...