Thursday, April 18, 2013

Kunjungan MPR Janjikan Beaisiswa Pelajar di Maroko


Kunjungan delegasi MPR RI ke Maroko yang dipimpin oleh H. Lukman Hakim Saifudin telah mengadakan pertemuan dengan rektor universitas Imam Nafie, Tanger pada hari Rabu (17/04/13). Sebelumnya rombongan tersebut tiba di Maroko pada tanggal 15 April dan dijaduwalkan sampai tanggal 19 April untuk membicarakan peningkatan kerjasama dengan mitrakerja pimpinan Majlis Al-Nuwab (DPR Maroko) dan pimpinan Majlis Al-Mutasyarin (MPR Maroko) serta beberapa instansi yang akan dan telah melakukan kerjasama berbagai bidang antar kedua negara Indonesia-Maroko.

Dalam pertemuan ini para mahasiswa yang berada di universitas Imam Nafie, Tanger mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dan berdialog seputar sistem pendidikan di universitas tersebut serta keluhan-keluhan yang dialami oleh para mahasiswa Indonesia yang berada di Maroko.

Setelah para mahasiwa menyampaiakn sistem pendidikan yang ada di unversitas tersebut, H. Lukman Hakim Saifudin  selaku ketua rombongan menanggapinya dengan bijak. Ia mengatakan bahwa hendaknya mahasiswa mampu menerima dan menyikapi dengan arif terhadap sistem pendidikan dan pengajaran disini meski terdapat sedikit perbedaan yang mendasar dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

Muannif Ridwan selaku ketua Tanfidziyah PCINU Maroko menyatakan bahwa ia menyambut baik kunjungan ini karena tujuannya jelas, diantaranya yaitu untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mahasiswa yaitu mahalnya biaya hidup di Maroko yang jauh lebih tinggi dibanding dengan Negara timur tengah lainnya.  Hal lain yang menjadi keluhan para mahasiswa Indonesia adalah sedikitnya para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Maroko.

Melihat kondisi tersebut H. Lukman Hakim Saifudin beserta rombongan menyatakan kesiapannya untuk mencari solusi yang terbaik bagi para mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa dengan mengususlkan anggaran beasiswa ke kementrian Agama.

Sementara itu, H. Abdul Kadir Karding selaku anggota komisi VI DPR/MPR RI menyarankan agar para mahasiswa mampu menggunakan kesempatan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya mengingat banyaknya para pelajar yang ingin belajar ke Maroko namun tidak memiliki kesempatan. Ia juga menambahkan dirinya siap membantu untuk mengusahakan beasiswa tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja menyampaikan sebuah informasi kepada para mahasiswa yang hadir, ”Pada saat kunjungan delegasi MA RI  pada tanggal 8 sampai 13 April, menyatakan bahwa  Mahkamah Agung memberikan peluang besar bagi para mahasiswa yang ingin menjadi hakim agar secepatnya mendaftarkan diri dengan syarat minimal memilki gelar master lebih-lebih doktor yang kompeten dalam bidang fikih, tawaran ini lebih di prioritaskan bagi mereka yang memilki latar belakang pesantren.” Ujar H. Tosari Widjaja.

Dalam pertemuan khusus kali ini,  tampak hadir pula Ketua syuriah PCINU Maroko, Alvian Iqbal Zahvan, Lc., Katua Fatayat NU Maroko, Durrotul yatimah, Lc., para mahasiswa delegasi PBNU, sejumlah pengurus PPI Maroko beserta anggotannya, serta Rektor dan civitas akademika universitas Imam Nafie, Tanger.

Penulis: Kusnadi El-Ghezwa Koordinator Media Informai PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...