Sunday, May 5, 2013

Batik Indonesia Gemparkan Dunia


Bintangdini Haryanto, seorang perempuan asal Jakarta yang telah mengambil s2 nya di Milan dengan jurusan Fashion Design dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik untuk designer pakaian wanita diundang langsung oleh Ketua Umum Asosiasi Profesi Bordir dan Sulam Indonesia Ibu Hj. Decy widhiyanti, SE. untuk mengikuti acara Batik Fashion Show pada acara Pekan Promosi Produk Indonesia di Mega Mall Rabat-Maroko yang berlangsung selama seminggu.

‘’Didatangkannya designer muda yang sekarang berdomisili di Amsterdam ini, selain untuk mengikuti acara Batik Fashion Show juga sekaligus untuk memperkenalkan design batik Indonesia kepada dunia’’  Ujar Hj. Decy widhiyanti, SE.

Dengan mengenakan baju batik hasil designnya Bintang tampil memukau dan berhasil menarik para pengunjung dari berbagai Negara.  Seketika itu acara Pekan Promosi Produk Indonesia yang tengah berlangsung dihebohkan dengan pembicaraan batik. Usai acara batik fashion show semua pengunjung langsung beramai-ramai mencari stand yang menjual pakaian-pakain batik. Mulai dari sarung, baju laki-laki dan perempuan dan model lainnya.

Menurut Bintag, batik bukanlah sekedar gambar di kain, tapi sebagai identitas diri, identitas diri jawa, yang dalam tiap carik kainnya memiliki arti yang mendasar sebagai pencitraan image kita sebagai seorang indonesia. ‘’ Inilah yang saya coba perkenalkan pada dunia lewat fashion, saya ingin lingkungan pengusaha batik di daerah-daerah bisa bangkit lagi seperti dimasa lalu.’’ Ujarnya. 

Ketertarikannya dengan bisnis batik sejak tahun 2010, berawal dari latar belakang keluarga kakek dan neneknya baik dari bapak dan ibu adalah pengusaha batik. Baginya bisnis fashion tidak sekedar menjual baju, tapi juga mengangkat kehidupan masyarakat dilingkungan pengrajin itu sendiri.

‘’Design saya unik karena saya tidak sekedar mendesign tapi saya menganalisa trend fashion yang ada sehingga saya tidak membuat batik sebagai pakaian kuno, pakaian yang dipakai ibu-ibu atau bapak-bapak. Tapi sebagai pakaian yang dipakai wanita-wanita diumur usia produktif, yang aktif yang stylish dan trendi.  Imbuhnya.

Acara ini juga dimeriahkan oleh para model dari Maroko dan para pelajar Indonesai yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko dengan iringan rebana yang dimainkan oleh pelajar STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas Internsdionsl di univ. Ibnu Thufail, Kenitra.

*Penulis: Kusnadi El-Ghezwa Koordinator Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...