Sunday, May 5, 2013

KBRI Rabat Adakan Indonesian-Moroccan Business Forum

Posisi Maroko yang berada di utara Afrika merupakan entry point  bagi negara di luar Afrika untuk masuk ke negara negara lainnya di Afrika seperti Aljazair, Libya, Niger, Mali dan Mauritania. Akses Maroko yang cukup dekat ke Spanyol  dapat dijadikan pintu masuk  ke daratan Eropa. Dengan posisi berada pada  pertemuan dua Samudera yaitu Atlantik dan Mediterania,  Maroko cukup strategis bagi lalu lintas barang melalui laut.

Melalui pekan pameran dan kerajinan Indonesia (tunggal) yang berlangsung mulai 29 April – 5 April 2013 di Mega Mall Rabat ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Maroko telah mengadakan Indonesian-Moroccan Business Forum yang digelar di Hotel La Tour Hasan, Rabat, Selasa waktu setempat.

Dalam pertemuan ini telah dibahas beberapa hal penting mengenai peluang dan tantangan bagi para pengusaha Indonesia dalam memfasilitasi pangsapasar beraneka ragam produk  dan kerajinan khas Indonesia ke Afrika,Timur Tengah, Eropa dan Amerika Utara.

Menjadi pembicara dalam forum bisnis di ibukota Maroko ini , Dubes RI Tosari Widjaja, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Konsul Kehormatan Maroko di Surabaya M Jamal Ghozy, Sekjen Kementrian Industri dan Teknologi Maroko El Aid Mahsoussi, Vice President CGEM Abdelkader Benbenkhaled, Sekjen Penguatan Ekspor Maroko ke Indonesia M Larbo Bourobo.

Acara ini selain dihadiri sekitar 50 pengusaha juga mendapatkan antusias dari para pebisnis di Maroko. ‘’Diadakannya forum ini  yaitu sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat kerjasama hubungan ekonomi dan perdaganagan antar kedua Negara.” Ujar Dubes RI untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja.
Menurut H. Husnul Amal, MA., Sekpri Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, bahwa hubungan budaya, ekonomi dan politik yang kuat antara Indonesia dan Maroko dapat menjadikan Maroko sebagai  gerbang ekonomi dan perdagangan ke seluruh negara-negara Afrika lainnya namun ada beberapa kendala yang harus diatasi oleh kedua Negara tersebut.

“Diantara kendala tersebut adalah belum adanya transportasi yang terhubung langsung antara Indonesia dan Maroko sehingga menyebabkan biaya tinggi dan masih minimnya nilai Impor dan ekspor antara dua Negara tersebut.” Ujar H. Husnul, MA.

Diahir forum ini hampir semua pembicara sepakat untuk terus meningkatkan hubungan ekonomi antar kedua Negara dengan harapan  Maroko bisa menjadi gerbang ekonomi dan perdagangan ke seluruh negara-negara Afrika lainnyadan Eropa.

Penulis: Kusnadi El-Ghezwa Koordinator Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...