Thursday, June 13, 2013

Prosedur Belajar di Maroko


 Prosedur Berkas di Indonesia
1.     Sesuai dengan kebijakan satu pintu yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI, terkait seleksi calon mahasiswa Indonesia ke Timur-Tengah, sejak  tahun 2007 seluruh calon mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di perguruan tinggi Maroko diwajibkan untuk menyerahkan berkas mereka ke Kementerian Agama RI sebagai persyaratan mengikuti Ujian Seleksi Nasional oleh Kemenag RI  yang diselenggarakan setiap tahun. Waktu ujian dapat dilihat di website Kemenag RI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (klik di sini).  

2.     Sesuai dengan jumlah kuota beasiswa yang diberikan pemerintah Maroko untuk Indonesia sebanyak 15 beasiswa/tahun, Kemenag menyeleksi 15 orang dari peserta yang lulus pada seleksi ujian nasional guna diteruskan ke Kedutaan Besar Maroko di Jakarta. Selanjutnya  Kedutaan Besar Maroko mengirimkan berkas calon mahasiswa tersebut ke Agence Marocaine de Cooperation Internationale (AMCI) di Maroko.

3.     AMCI adalah unit dibawah naungan Kementerian Luar Negeri Maroko, yang bertugas sebagai satu-satunya institusi Maroko yang berwenang untuk meneruskan seluruh berkas calon mahasiswa asing ke berbagai universitas negeri Maroko. Infomasi selengkapnya tentang AMCI dapat dilihat pada website AMCi (klik di sini)
4.     Dalam menjalankan tugasnya AMCI mempunyai persyaratan dalam menyeleksi berkas calon mahasiswa,antara lain :
a.     Berkas calon mahasiswa telah diterima AMCI paling lambat tanggal 10 Agustus 2010.
b.    Untuk calon mahasiswa S1, disyaratkan usia ijazah SLTA atau setingkat,  tidak lebih dari dua tahun.
c.     AMCI berhak merubah universitas yang dituju sesuai dengan background pendidikan calon mahasiswa.
d.    Untuk menghidari permasalahan persamaan ijazah calon mahasiswa dengan ijazah Maroko, AMCI lebih memberi prioritas kepada sekolah/universitas Indonesia berstatus negeri.

5.     Selanjutnya AMCI mengirim berkas yang dianggap lulus persyaratan admnisitratif ke perguruan tinggi Negeri Maroko untuk diproses. Jika calon mahasiswa diterima, pihak universitas akan menginformasikan secara tertulis ke pihak AMCI untuk diteruskan kepada calon mahasiswa tersebut melalui Kemenag RI.
Beasiswa
1.     Pemerintah Maroko memberikan Beasiswa melalui AMCI sebesar DH 750/bulan atau kurang lebih USD 100,00 untuk seluruh tingkat pendidikan. Jumlah tersebut cukup menutupi kebutuhan pokok mahasiswa secara sederhana jika mahasiswa tersebut mendapat fasilitas asrama.
2.     Mahasiswa yang telah menempuh pendidikan S1 di Maroko dengan mendapatkan beasiswa dari AMCI, dapat terus menerima beasiswa jka yang bersangkutan langsung meneruskan pendidikan S2  dan S3 nya di Maroko.
3.     Masa pemberian beasiswa disesuaikan dengan waktu tempuh pendidikan yang normal
Asrama mahasiswa:
1.     Asrama mahasiswa sangat membantu mahasiswa dari segi financial mengingat mahalnya harga sewa rumah di Maroko. Namun tidak semua kota di Maroko memiliki asrama mahasiwa atau asrama yang layak untuk dijadikan sebagai tempat akomodasi dan belajar.
2.     Terkait itu, sebagian mahasiswa Indonesia mencari  solusi dengan menyewa kamar/rumah secara kolektif di kawasan sekitar kampus.

Sumber:  http://www.ppimaroko.org/

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...