Sunday, July 21, 2013

Ceramah Mentri Agama, Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si. di Maroko

Kedatangan Menteri Mentri Agama, Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si di Maroko dalam rangka memenuhi undangan Menteri Awkaf dan Urusan Islam di Maroko sekaligus menghadiri Durus Hasaniyyah atas undangan Raja Mohammed VI, KBRI Rabat memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia di Maroko untuk bersilaturrahmi dengan Menteri Agama pada acara buka bersama yang diadakan pada hari Jumat (19/7/13).

Acara ini berlangsung di Wisma Duta RI Rabat dengan dihadiri oleh para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, para pekerja professional dan masyarakat Inodonesia lainnya beserta sejumlah masyarakat Maroko.


Dalam acara ini Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko KH. Tosari Widjaja menyampaikan bahwa, tujuan diadakan acara ini diantaranya agar warga Indonesia yang berada di Maroko mendapatkan informasi yang sedang berkembang ditanah air sekaligus memperoleh dukungan semangat supaya apa yang di cita-citakan oleh semua warga Indonesia yang ada di Maroko berjalan dengan baik dan dapat memberikan makna bagi mereka masing-masing.

Dalam ceramahnya Bapak Mentri Agama, Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si. menyampaikan bahwa yang paling harus terus diikuti adalah perubahan-perubahan di tengah masyarakat, seperti berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, IT, industri  yang mana dapat merubah pola pikir orang, merubah adat istiadat orang, merubah hubungan antar manusia bahkan bisa juga merubah hubungan manusia dengan Tuhannya. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan juga tentu berkembangnya alur-alur pemikiran, isme-isme didalam pemikiran ini juga harus terus diikuti.

“Hal itu disebabkan karena generasi kita saat ini sering menjadi generasi terkaget-kaget ketika mendapat sesuatu yang baru dari negeri orang, kita bangga dan kemudian yang kita dapati itu menjadi semacam landasan pemikiran kita, mempengaruhi pemikiran kita, mempengaruhi pola pikir kita bahkan perilaku kita. “ Ujarnya.

 Ia menambahkan bahwa fenomena inilah yang harus kita cermati. Karen tidak semua yang dari luar itu baik dan tidak semua yang dimilki dari dalam negeri itu jelek dan tidak semua yang didalam negeri juga baik. Semunya tergantung kepada kemampuan kita mengkritisi hal –hal yang kita dapati, jangan sampai sesuatu yang kita dapati di telan mentah-mentah tanpa seleksi dari pikiran-pikiran yang kita dapati.

Diakhir ceramahnya ia menekakn kan agar para pelajar Indonesia di Maroko belajar sebaik-baiknya. Karena teori dengan realitas sangatlah berbeda. Kadang teori sangat sulit di praktekan dengan realitas.  Diantara solusinya yaitu dengan berorganisasi, karena dengan berorganisasi berarti kita belajar masuk pada ranah realitas, kalau semata-mata belajar saja berarti kita masuk dalam ranah teoritik saja sehingga begitu di implementasikan teorinya sudah nggak cocok, karena biasanya buku yang kita baca itu buku yang ditulis 10 tahun yang lalu dengan realitas 10 tahun yang lalu, sehingga ketika kita mau mengimplementasikan realitasnya sudah berbeda.

Pengirim: Kusnadi El-Ghezawa, Koordinator Media Informasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko dan Koordinator Lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko. Email: el_gzha@yahoo.co.id

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...