Wednesday, November 6, 2013

3 Hari 2 Malam Menuju Sahara

Gurun Sahara adalah sebuah padang pasir yang seolah luasnya tak berbatas dan memilki corak dan model pasir yang cantik. Tetapi bukan hanya itu saja yang mampu menjadi daya tarik bagi para wisatwan, disini kita bisa menikmati indahnya sunrise dan sunset ditengah gurun sahara dari atas unta.

Bagi wisatawan Indonesia tentunya tempat ini menjadi incaran karena tidak ada di Tanah Air. Sahara atau padang pasir di Maroko adalah salah satunya. Bagi penulis sendiri sahara merupakan tempat liburan yang paling indah karena memiliki pesona keindahan yang sangat menakjubkan. Jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya yang ada di Maroko seperti pantai, pegunungan salju di Oukemeden atau Ifran sahara lebih menyenangkan serta cukup membuat hati senang dan damai. Apalagi mengunjungi sahara adalah impian masa kecil saya sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Keinginan itu bermula ketika aku sering melihat film-film arab yang ber-setting di padang pasir.

Perjalanan menuju tempat ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 12 jam plus waktu istirahat untuk makan pagi dan siang. Normalnya 10 jam perjalanan jika tidak sertai dengan waktu istirahat. Perjalanan dengan bus atau minibus dari Marrakech hingga sampai pinggiran kota Merzouga, turis harus menunggang unta menuju Sahara.

Tidak sulit juga tidak mudah menuju sahara. Transportasi yang tersedia tidak banyak, makanya kebanyakan pelancong lebih memilih menggunakan jasa agen perjalanan untuk menikmati sahara. Tak perlu khawatir untuk mendapatkannya, di Marrakech banyak sekali agen perjalanan yang siap mengantar anda ke sahara. Untuk mempermudah penjemputan, dimanasaja anda berada turun saja di mahatoh (terminal) bus CTM atau la gare (stasiun) kereta Marrakech sebelum jam 07.00 pagi. Setelah itu anda cukup menghubungi agen perjalanan yang sudah anda pesan, dan agen tersebut siap menjemput anda menuju sahara. Paket perjalanan ke sahara banyak ditawarkan para agen perjalanan di Marrakech dibanding kota lainnya seperti di kota Fes. Selain jaraknya yang bisa digolong paling mudah dan dekat, sejauh ini Marrakech memang pusat kotanya para turis di Maroko.

Juga hampir sama, untuk paket perjalanan 3 hari 2 malam, harganya berkisar 850-950 Dirham atau setara dengan sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,3 juta. Jika tidak punya waktu banyak, bisa ikut paket perjalanan 2 hari 1 malam. Harganya lebih murah, sekitar 650-750 Dirham atau setara dengan Rp 800.000 sampai Rp 1 juta.
Tak melulu padang pasir, anda juga bisa menikmati tempat-tempat wisata lainnya yang terkenal di Maroko.  Seperti kota Ouarzazate, sebuah kota kecil dengan penduduk tidak lebih dari 100.000 orang menjadikan kota sebelah timur selatan Marrakech ini sebagai kota yang tenang. Sesuai arti namanya, Ouarzazate dalalm bahasa Berber berarti ‘’tanpa suara’’ atau ‘’tanpa kebingungan’’. Namun demikian, Ouarzazate bisa dianggap sebagai kota besar di Sahara Maroko. Selain suasana kotanya yang menarik, jika wisatawan mengambil jalur dari arah Marrakech, beberapa kilo meter sebelum masuk kota akan dikenalkan dengan studio besar kebanggaan Ouarzazat dan tentunya Maroko. CLA Studio Ouarzazat, tempat beberapa film hollywood di produksi yang di antaranya, Gladiator, The Black Hawk Down, Kingdom of Heaven, Tea in The Sahara, Troy, Sahara, Alexander The Great, Hidalgo, dan Mummy I dan II. Setelah itu kita diajak menjelajahi pedalaman penduduk berber dan tempat-tempat wisata lainnya yang memilki keindahan tersendiri.

Kota yang paling dekat dengan Sahara di Maroko adalah kota Merzouga. Letaknya berada di utara dan cukup jauh dari kota – kota besar seperti Casablanca, Marakesh, dan Tangier.

Saat  melakukan perjalanan ini, setelah sekitar 30 menit unta yang ditunggangi berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Gundukan–gundukan padang pasir yang terhampar begitu indah diterpa warna kejinggaan sampai matahari pun menghilang.

Malamnya turis menginap di tenda penginapan yang sudah disiapkan oleh agen. Tidak perlu khawatir, di dalam tenda sudah disediakan kasur tipis dan selimut tebal agar para turis bisa tidur dengan cukup di tengah padang pasir.

Saat beristirahat malam, para turis menikmati musik tradisional Maroko atau biasa disebut musik Berber. Makan malam juga ala suku Berber yaitu Couscous dan Tajin.

Paginya kembali para turis berjalan pulang dengan menggunakan unta sambil menikmati udara pagi padang pasir dan panorama matahari terbit. Saat pagi, udara dingin menyengat, kontras dengan udara sore dan malam yang panas.

Saat matahari perlahan menampilkan cahaya hangatnya ke muka bumi menjadi salah satu lukisan terbaik yang digoreskan oleh alam.  Pancaran keemasan sinar matahari mengelir langit tak jarang menjadi momen yang dikejar oleh wisatawan bila sedang berada dalam perjalanan liburan. Di sini kami berhenti sejenak untuk mengabadikan perjalan tersebut dengan berpose bersama para pelancong dari manca Negara yangkebetulan satu grup dengan travel yang kami sewa.

Menyaksikan matahari terbit atau terkenal dengan waktu sunrise merupakan pemandangan yang paling indah dan menakjubkan, ditempat ini kutemukan indahnya sang fajar menyambut pagi bersama deretan unta menghantarkan kami menuju hotel yang sudah menyiapkan sarapan pagi.

Beberapa hal yang harus dipersiapkan saat ke Sahara adalah pastikan membawa baju hangat untuk pagi hari. Jangan kaget, tidak ada kamar mandi dan toilet disini, jadi bawalah tisu pembersih dan air secukupnya baik untuk minum atau mencuci muka.  Terimakasih buat kang Irawan yang telah mengantarkan saya ke tempat ini selma 3 hari 2 malam.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...