Wednesday, November 6, 2013

Belajar Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur

Pada hari minggu kemaren (8/09/13), Dept. Sumber Daya Insani PPI Maroko mengadakan diskusi santai dengan mengundang salah satu Bussines Women dari Jawa Barat. Ia adalah Ibu Madrim Andini Kusumah pemilik produk kopi luwak Ratu yang sedang menjajaki dunia wirausaha di Maroko. kehadirannya ditengah-tengah mahasiswa yang sedang menimba ilmu di negeri seribu benteng ini menambah wawasan baru bagi mereka akan pentingnya dunia entrepreneur.

Tema yang diusung pada diskusi kali ini adalah “From Hobby to Money, Belajar Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur” dengan dimoderatori oleh saudari Durrotul Yatimah, Lc. Meski diadakan dengan sederhana namun tidak mengurangi semangat kawan-kawan PPI Maroko untuk menghadiri acara ini.

Dalam pemaparannya ibu Madrim menyampaikan bahwa hidup di dunia tidak harus menjadi pegawai, yang terpenting dalam hidup adalah kita bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sekitarnya. Sebagai seorang mahasiswa, seharusnya kita harus bisa mengubah mainset kita sejak muda karena mainset kita sejak lama telah diatur oleh Belanda untuk menjadi pegawai. Itulah sebabnya Indonesia saat ini kekurangan seorang pengusaha, maksudanya disini adalah bukan berarti dunia pegawai itu salah, akan tetapi alangkah baiknya kita bisa menciptakan dan menghasilkan sesuatu ketimbang mendapatkan sesuatu itu.

Tidak hanya sampai disitu, ia juga  bercerita tentang manis pahitnya kehidupan bisnis di Indonesia. “Bisnis tidak seperti yang dianggap oleh orang lain, dunia bisnis itu mudah ketika kita tahu caranya, banyak cara dalam berbisnis tapi karena orang Indonesia yang memang mainsetnya takut kegagalan, maka Indonesia saat ini masih saja kekurangan seorang wirausahawan.” Ujarnya.

Menjadi gila itu bukan sesuatu yang absurd dalam berbisnis,-lanjut Madrim- ketika seseorang berani gila maka dalam mainsetnya akan melakukan segala sesuatu itu menjadi kenyataan. Buktinya dengan kegilaan itu saya dapat pergi ke beberapa Negara tanpa biaya sepeserpun.

Ia juga menjelaskan bahwa manusia adalah Low attacktion yang artinya manusia adalah magnet hidup, ketika seseorang yakin akan sesuatu yang ia kerjakan maka sesuatu itu benar-benar seperti apa yang dia diyakini. Oleh karena itu, ada tiga hal yang harus dimilki didalam berbisnis. pertama bego, kedua yakin dan terakhir do’a.

Ditengah-tengah penjelasannya para mahasiswa semakin penasaran, apa maksud dari semua itu. Rasa penasaran itu sedikit demi sedikit terjawab ketika ia menjelaskan lebih dalam lagi tentang apa yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin terjun ke dunia bisnis atau wirausaha. “Bego yang saya maksud disini adalah berani mengumpulkan orang-orang pintar untuk membantu dirinya karena ia merasa bego dan yakin akan sesuatu yang ia kerjakan (positive thinking), setelah itu selebihnya kita serahkan kepada Allah yang maha kuasa dengan berdo’a supaya apa yang kita inginkan bisa berjalan lancar dan sukses sesuai dengan apa yang kita inginkan .” Jelas ibu Madrim.

Acara  yang berlangsung di sekretariat PPI Maroko lantai dua ini, disiarkan langsung lewat radio du Maroc PPI Maroko dengan dipandu langsung oleh DJ Fauzan. Sebelum acara ini berakhir, pertanyaan datang bertubi-tubi dari para mahasiswa dan para pendengar setia radio du Maroc PPI Maroko.

Diakhir acara ibu Madrim berharap agar mainset mahasiswa dalam berpikir harus diubah menjadi mainset kreatif, agar kedepannya tumbuh wirausahaan baru yang dapat menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Acara sederhana nan bersahabat itu ditutup dengan sesi foto bersama anggota PPI Maroko dan ketua PPI Maroko Rifqi Maula, Lc.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...