Friday, November 28, 2014

Membincang Kematian

Ada berbagai pandangan mengenai kematian. Socrates, seorang filsuf yang hidup pada tahun 470 SM percaya bahwa tidak seorang yang hidup didunia dapat memahami kematian. Socrates meyakini bahwa kematian adalah tidur tanpa bermimpi atau sedang mengalami perjalanan jiwa kedunia lain. Socrates menyebutkan bahwa kematian merupakan pembekuan dan pemisahan jiwa dari badan.
Bagi para ahli filsafat, yang tugasnya memikirkan hakekat kebenaran, kematian adalah bukanlah hal yang menakutkan. Kebenaran hanya bisa diraih melalui jiwa. Melalui kematian, jiwa terbebas dan disisnilah kebenaran bisa diraih.
Lain Socrates, lain Heidegger, seorang filsuf asal Jerman yang lahir pada tahun 1889. Ia berpendapat bahwa kematian bukanlah perpisahan antara jiwa dan raga, melainkan peristiwa pengikatan antara keduanya secara total.
Kematian bukanalah akhir, bukan sesuatu yang terjadi dimasa yang akan datang. Menurut Heidegger, kematian menjadi tujuan hidup, bukan suatu ancaman sehingga kita perlu memikirkan dan mempersiapkan diri selama menjalani kehidupan.
Pandangan agama Kristen terhadap kematian menyerupai Socrates, para penganut Kristen meyakini bahwa kematian raga adalah pembebasan jiwa untuk hidup selamanya.
Kematian hanyalah ketidakhadiran raga dan kesempatan jiwa bersatu dengan Allah. Hidup adalah sebagian kecil dari cerita “kehidupan” demikian menurut Eknath Easwaran dalam bukunya Meneyelami Misteri Kematian.
Menurutnya, semua guru rohani mengajarkan bahwa hidup ini hanyalah satu bab kecil dalam buku tentang keabadian. Ketika tubuh akhirnya mati, tubuh akan berubah menjadi unsur-unsur pokoknya. Tetapi penghuninya, yaitu Diri Sejati (self) tidak akan mati. Tubuh yang mati bukanlah akhir cerita.
Seseorang menjadi tidak takut akan kematian ketika dirinya menemukan jati dirinya. Seperti pesan para guru Rohani, untuk menaklukkan kematian, hanya satu hal yang kita perlukan:
Kita harus bisa menemukan siapakah kita ini yang sesungguhnya, bukan tubuh jasmani yang bisa membusuk ini, melainkan diri sejati yang abadi, yang bersemayam didalam tubuh tetapi tidak mati tatkala tubuh mati.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...