Friday, November 28, 2014

Puisi Untuk Pak Tosari Widjaja




Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Namun, acap kali perpisahan dikambing hitamkan manakala waktu perpisahan itu datang, bukankah seharusnya pertemuan yang disalahkan? Pertemuanlah yang menyebabkan perpisahan.
Ada makna terpenting dalam sebuah hubungan kekeluargaan atau persaudaraan yang terkadang kita kerap melupakannya dan baru sadar ketika waktu perpisahan tiba. Yaitu moment-moment yang telah kita lakukan setelah pertemuan sampai sebelum datang perpisahan. Moment-moment yang mengajarkan kita arti kehidupan, bukan sekedar take and give, bukan sekedar mengendalikan ego, bukan sekedar toleransi tapi jauh lebih dalam dari itu semua.
Moment-moment itulah yang menjadikan keberadaan seseorang yang meninggalkan kita terasa dekat dihati walau terpisah raga, ruang dan waktu. Setiap tutur katanya, perilakunya, kedekatannya menjadi inspirasi dan penyemangat untuk membuka lembaran baru bagi yang ditinggalkan. Dan pada hakekatnya kita tidak berpisah karena adanya keterkaitan hati. Moment-moment itulah yang menjadikan kami serasa selalu dekat dengan Bpk Dubes Tosari Tujuhpuluh meski esok ruang dan waktu akan memisahkan kita.

Sebuah persembahan puisi berjudul "Teruntuk Engkau Pak Tosari" karya Risky Muhammad Hamzar. Meski suaranya kurang mendukung setidaknya bisa mewakili moment ini. 
KBRI Rabat, 7 November 2014.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...