Friday, November 28, 2014

Tak Peduli Lagi

Rasanya aku ingin sekali marah.. berteriak dan memaksamu untuk mengutarakan rasa yang tak dapat kau jelaskan. Aku ingin membongkar fikiranmu dan memasukan fikiranku agar kau mengerti inilah yang ku fikirkan. Bahwa aku tidak suka melihat manusia terbungkus kain suci tapi busuk hatinya. Tapi untuk apa juga aku harus marah, tanpa dijelaskanpun semuanya sudah jelas.
Lagian, itu tak mungkin aku lakukan, terlalu klise untuk diucapkan. Aku tak mengerti kenapa semua terlihat kelabu kini. Bayangan itu tak lagi nampak karena sama gelapnya. Aku nyaris tak dapat melihat apapun lagi. Mungkin fikiranku sekarang sedang kacau karena itu aku memutar fikiranku tanpa arah. Bagai bus yang tak bertujuan.Dan aku tersesat dalm fikiran ini . Tanggung jawab!
Lihatlah apa yang sudah kujalani ini..
jauh sudah aku melanggkah menggapai mimpi yang masih jauh disebrang sana. Kini langkahku agak terhenti. Dan aku pastikan tak kan terhenti. Tapi aku tak mampu berjalan . Dan semua itu karena aku sedang tersesat dalam pemikiran terkonyol dalam hidupku.
Satu per satu diriku berjatuhan bagai remah meja makan. Munggkinkah mengutip tiap butirnya kembali? Jatuh tanpa kusadari dan aku telah kehilangan diriku seutuhnya. Dan apakah yang dpat kuperbuat. Aku telah melangkah dan tak kan mundur karena itu aku akan membiarkan ia menari diatas penderitaan orang lain.
Mimpiku akan tetap menjadi tujuanku. Walau perih kurasakan kini aku tak peduli lagi..

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...