Friday, November 28, 2014

‘’Three Questions’’

‘’Three Questions’’
-by Leo Tolstoy-
“Remember that there is only one important time and is Now. The present moment is the only time over which we have dominion. The most important person is always the person with whom you are, who is right before you, for who knows if you will have dealings with any other person in the future. The most important pursuit is making that person, the one standing at you side, happy, for that alone is the pursuit of life.”

Bermula dari obrolan ringan, sebuah kata yang tak pernah usang dan tak akan pernah basi untuk dibicarakan sepanjang zaman. Kita tidak bisa menghindar darinya, ia juga tak pernah bosan mengingatkan kita. Barulah ketika jiwa berpisah dari raga ia tak lagi hadir sebagai pengingat dan penyelamat yang  bisa membuat kita lebih baik. Ia hanya menjadi saksi atas sikap, tindakan dan perbuatan yang telah kita lakukan selama hidup didunia tanpa kenal kompromi. Dari awal perbincangan itu, perkenalan itu, sampai ahirnya aku menuliskan ini pun tak pernah lepas dari sebuah kata yang sangat berharga bagi kehidupan kita, kata itu adalah waktu.

Waktu adalah sebuah anugerah pemberian Tuhan yang sangat berharga, tak ternilai harganya oleh apapun yang ada didunia ini. Hanya orang sempit akalnya lah yang berani memutuskan kehidupannya dengan waktu tatkala terkena ujian atau cobaan. Ia tidak menyadari bahwa waktu adalah kesempatan emas untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah dilakukannya. Jika semua perbuatan dosa bisa terampuni kecuali syirik, menurutku ada satu dosa lagi yang tidak bisa terampuni yaitu orang yang telah menyia-nyiakan waktu. Ia tidak bisa mengulang waktunya kebelakang kecualai berdamai dengan waktu itu sendiri.

Namun, tidak bisa dipungkiri. Setiap orang yang ingin melakukan perubahan kearah yang lebih baik mengalami kesulitan dan kebingungan kapan harus memulaianya. Memikirkan hal apa yang pertamakali harus dilakukan untuk menebus kesalahannya. Kesalahan itu sendiri bersifat umum bahwa tak ada manusia terlahir didunia tanpa adanya masalah. Dari masalah itulah terkadang timbul kesalahan yang tanpa sadar dilakukan karena belum bisa menyikapi dan menemukan solusinya. Sehingga kesalahan itu beraneka ragam bentuknya sesuai dengan pelakunya dan cara penyelesaiannya pun berbeda-beda. Sejahat-jahat manusia, sekeras-keras hatinya pasti ada secuil rasa pengakuan dan penyesalan atas tindakan kebodohannya. Sampai kapan pun hati nurani tidak akan pernah bisa dibohongi, turuti hati nuranimu engkau pasti selamat, bohongi hati nuranimu insyaallah engkau pasti tersesat. Hanya saja butuh waktu yang tepat untuk memulainya. Kapan, dimana, dengan siapa dan apa yang harus dikerjakan?

Dari cerita hikmah yang berjudul three quetiosns, ditulis oleh Leo Tolstoy (1826-1910) aku menemukan jawaban atas kegelisahan sesorang yang hendak melakukan perubahan. Leo Tolstoy  dikenal sebagai sastrawan terbesar Rusia yang berpengaruh luas dalam peta sastra dunia. Ia juga seorang pemikir sosial dan moral terkemuka pada masanya. Karya karyanya yang bercorak realis dan bernuansa religius sarat dengan perenungan moral dan filsafat. Gagasan-gagasannya yang kontroversial dan tidak lazim di masa itu seringkali membuatnya dicap sebagai anarkis oleh kaum puritis. Ketika muda ia pernah bergabung di dalam dinas militer Tsar, namun setelah menikah ia menetap dan mengurusi para petani penggarap tanah milik keluarga Yasnaya Polyana. Di sanalah lahir anak-anaknya, juga novel-novel terbaiknya: War and Peace (Perang dan Damai) dan Anna Karenina.

Bahwa, waktu terbaik untuk melakukan sesuatu perubahan adalah sekarang. Tidak perlu melihat seberapa besar tindakan yang harus dikerjakan yang terpenting dimulai dan istiqomah. Jika butuh pendamping ajaklah orang-orang yang ada disekitar kita, rangkulah mereka. Dan ketika kita ingin memberikan kebaikan kepada orang lain maka dahulukanlah orang-orang yang ada disekitar kita. Apapun bentuknya, sesederhana apappun itu asal mereka bahagia itu adalah yang paling mulia. Dan kita bisa melakukan itu dalam kondisi apapun dan dimanapun kita berada tanpa terhalang oleh ruang dan waktu. Kebahagian yang kita berikan akan memberikan arti yang sangat bermkna ketimbang kita sibuk memikirkan kebaikan besar apa yang harus kita kerjakan.




No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...