Tuesday, April 21, 2015

Konsep dan metode training ESQ dinilai data menemukan jati diri





Sebagian peserta training perdana ESQ di KBRI, Rabat, Maroko. Sedikitnya 81 peserta mengikuti pelatihan yang menggabungkan tiga kecerdasan dari kalangan ibu rumah tangga, staff KBRI, Dharma Wanita Persatuan KBRI Rabat, kalangan eksekutif dan mahasiwa dari kota-kota besar di Maroko. (foto; Hilda Sabri Sulistyo)
RABAT,MAROKO, bisniswisata.co.id: Training perdana ESQ di Afrika sukses membimbing peserta untuk menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari, kata Kusnadi, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Maroko, salah satu peserta training.
“ Ketika membuka training dua hari 13-14 April 2015, Dubes RI untuk Maroko, Endang Dwi Syarief Syamsuri yang biasa dipanggil Dede Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian sebagai pendiri dan penemu metode training ESQ yang menggabungkan tiga kecerdasan sudah memberikan kata kunci bagi peserta yaitu be yourself,” ungkap Kusnadi usai penutupan training semalam (14/4) di KBRI Rabat, Maroko.
Dia baru sadar, pemahaman be yourself yang diperolehnya dalam dua hari training ini adalah penjabaran dan implementasi dari tujuh dasar budi utama yaitu sikap jujur, bertanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli. Konsep dan metode pelatihan yang dibawakan oleh dua trainer berlisensi yaitu Eka Chandra  dan Danny Kurniawan dinilainya sangat dasyat dalam menggiring peserta menemukan jati dirinya masing-masing.
“Dalam kehidupan kita dari kecil hingga dewasa, tujuh dasar budi utama itu sudah ditanamkan oleh orangtua baik di rumah maupun di ruang-ruang seminar. Namun baru kali inilah saya bisa memahami betapa dasyatnya kalau sehari-hari kita bisa menerapkan tujuh dasar budi utama itu karena cara penyampaian para trainer dan konsep audio visual,” tandasnya.
Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh generasi muda Indonesia maupun masyarakat dunia maka persoalan –persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISSIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya akan dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.
“Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri, kalau kita berhasil menaklukannya maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat. Terus terang selama ini saya sudah pernah mendengar pelatihan SDM oleh ESQ Learning Center namun baru kali ini bisa ikut,” kata Kusnadi.
Kusnadi yang usai training ESQ dan menjadi alumni di daulat menjadi Ketua Korda Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Maroko mengatakan bahwa pelatihan dua hari ini menggiring peserta menemukan sendiri jalan hidup yang ingin dicapainya.
“ESQ dengan 1,4 juta alumninya ternyata memang suatu lembaga netral, tidak berwarna seperti partai-partai politik di tanah air dan bisa diterima oleh semua golongan dan kelompok karena hanya menuntun umat, apapun agama dan rasnya untuk menjalankan aqidah yang benar,” kata Kusnadi dengan mata berkaca-kaca.
Training ESQ yang diikuti ibu rumah tangga, karyawan, eksekutif dan mahasiswa Indonesia dari seluruh Maroko ini dapat terlaksana hasil kerjasama FKA ESQ Eropa di  dukung PCINU Maroko, Kedubes RI di Rabat, di samping para relawan alumni FKA ESQ dari Belanda, Jerman dan Jakarta.
Pengalaman spiritual luar biasa juga dialami oleh Alfian, mahasiswa pasca sarjana di Maroko  yang di organisiasi kepemudaaan NU membimbing mahasiswa Indonesia yang tengah mendalami ilmu agama di sejumlah universitas yang tersebar di berbagai kota di Maroko.
“Hanya ada satu kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman training ESQ ini yaitu dasyatulloh ! maksudnya dasyat karena izin Allah SWT. Saya teringat kata-kata kyai Munir, kyai saya di pesantren dulu saat masih duduk di SMP bahwa pada suatu masa akan dibutuhkan orang-orang yang mampu mengemas spiritual yaitu iman, ihsan dan islam secara modern. Saya bertekad menjadi manusia yang mampu menyampaikan Iman, Ihsan, Islam dengan kemasan modern seperti yang disampaikan dalam training ESQ ini,” tambahnya.
Bagi pasangan suami-istri Ahmad Siddiki dan Nabila, peserta training dari kota Rabat, pelatihan ini sangat bermanfaat karena sebagai orangtua, dia dapat lebih memahami tugas- tugas mulianya sebagai seorang ayah, sebagai suami, sebagai imam dalam keluarga.
“Alhamdulilah sebagai pasangan hidup meski baru pada hari pertama training kami sudah langsung mendapat manfaat pelatihan ini,” kata Ahmad Siddiki yang menjadi Direktur Keuangan dan Administrasi  Indo Marocco Distribution Company yang tengah menyiapkan pabrik Indomie di negri ini.
Ririn, Ruri dan Bunda Burhan, tiga dari total 81 peserta training juga menyatakan mendapat manfaat training yang positif karena membuat mereka lebih menyadari fungsi dan tugasnya masing-masing  dan ingin keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Ririn, pegawai sebuah salon spa di Maroko mengatakan bahwa hari pertama pelatihanpun dia sudah lebih memaknai hidup dan mengenal dirinya sendiri. “Pertanyaan seperti siapa saya, dimana saya dan mau kemana saya sudah sangat jelas,” kata diaspora di Maroko ini. Dia bahkan menampung salah seorang temannya yang ikut training dari kota lain, Essaouira ,sebuah kota yang terletak di wilayah ekonomi Marrakech,  Marokobarat,  di pesisir  Samudra Atlantik ke Rabat tempat training berlangsung.
Sementara  Ruri sebagai ibu muda dan juga anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Maroko mengatakan waktu dua hari pelatihan ternyata terasa singkat meski training mulai dari jam 9 pagi dan berakhir hingga rata-rata jam 20.00 waktu Maroko yang baru menjelang maghrib karena perbedaan waktu di tanah air.
“Sekarang saya tahu dengan jelas apa yang saya mau dalam hidup ini, efek pelatihan sangat luar biasa karena saya tidak hanya ingin mengejar dunia tapi juga akhirat. Kita harus punya tujuan hidup yang jelas dan optimistis mencapainya,” kata Ruri.
Ibu Burhan, salah satu ibunda dari staff KBRI yang berpartisipasi dalam training mengungkapkan rasa syukurnya bahwa di usia senja masih mendapatkan pelatihan yang mengantarnya untuk melakukan posisitioning bagi diri sendiri dan bertekad memperbaiki diri untuk tujuan akhiratnya.
“Training ini terbukti bisa diterima semua umur, semua golongan bahkan semua agama karena intinya adalah menggugah umat manusia untuk terhubung selalu 24 jam dengan sang pencipta Allah SWT,” tuturnya sambil menahan jatuhnya airmata
Sementara Mas’ud staff KBRI lainnya yang telah bekerja selama 31 tahun di perwakilan RI di Rabat ini mengatakan fokus dalam pelatihan seperti yang diharapkan pimpinannya, Dubes Dede Syamsuri benar-benar membuahkan hasil untuk berjihad dan jujur pada diri sendiri.
“Secara spiritual, saya yakin setiap peserta mengalami hal-hal yang berbeda namun bagi saya sendiri pelatihan ini secara instan membawa saya menjadi pribadi yang lebih terbuka dan janji lebih jujur pada diri sendiri dan takwa tentunya,” kata Mas’ud penuh semangat.
William Satriaputra, Korwil FKA ESQ Eropa yang menyelenggarakan training perdana di Afrika ini mengatakan training ESQ memang mampu menggugah dan mengubah kehidupan seseorang karena mengasah sisi spiritual dengan mendalam, bersamaan dengan sisi emosi dan intelektual seseorang.
“Training ini sifatnya memandu seseorang dalam membangun prinsip hidup dan karakter bagi siapa saja yang berkeinginan untuk membentuk karakter mulia, juga bisa menjembatani rasionalitas dunia usaha dengan spirit ketuhanan. Melengkapi makna sukses dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam, menuju esensi bahagia yang sesungguhnya,” tambahnya.
William yang  melaksanakan training di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika ini mengatakan setelah Rabat, training ESQ juga dijadwalkan akan berlangsung di Mesir dimana ribuan warga Indonesia tinggal untuk sekolah maupun bekerja. Dukungan KBRI diyakininya sangat membantu kelancaran pelaksanaan training ESQ di wilayahnya.
Bagi para alumni baru dia berharap  angkatan perdana dari ESQ Rabat, Maroko, dapat menjadi pribadi yang menjadi panutan dan mengoptimalkan kemampuannya untuk dapat berkarya, bersilaturahmi dan total action dalam mengimplementasikan 7 dasar budi utama yang merupakan karakter manusia.  ( hildasabri@yahoo.com)

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...