Saturday, February 17, 2018

Perbedaan Kampus di Maroko

Kebetulan saya belajar di Madrasah Al-Imam Nafi’ Li At-Ta’lim Al-‘Atiq, sebuah lembaga pendidikan yang memiliki basis sama seperti pesantren salaf, jadi sistem perkuliahan di kampus saya tidak jauh berbeda dengan sistem pengajaran di pesantren, secara umum sedikit berbeda dengan sistem perkuliahan di Indonesia. Bukan hanya dengan sistem perkuliahan di Indonesia saja, dengan sistem perkuliahan di kampus-kampus Maroko lainnya yang berada di bawah naungan Ta'limul 'Ali juga berbeda. 

Misalnya mulai dari jam aktif belajar, mata kuliah dan peraturan yang ada memiliki perbedaan yang sangat menonjol. Yang paling menyolok, semua mahasiswa wajib mengenakan seragam Jelabah (baju tradisional khas Maroko), harus hafal al Quran minimal 3 juz bagi mahasiswa asing dan 30 juz bagi mahasiswa internal. Kerapian, ahlak dan sopan santun juga sangat diperhatikan sekali, misalnya ketika ada mahasiswa yang memilki rambut panjang harus dipotong dan dirapikan. 

Jam belajarnya juga lebih banyak, setiap hari masuk mulai pukul 08.00 sampai jam 12.00. Waktu istirahat mulai pukul 12.00 hingga 14.00. Kemudian masuk lagi hingga pukul 18.00. Kecuali hari kamis dan jumat libur.  

Mata kuliahnya pun demikian, di awal semester ada 18 mata pelajaran, sementara di kampus lain hanya memilki  8 mata kuliah saja. Baru ketika semester akhir ada pengurangan menjadi 12 mata kuliah. Seperti halnya ketika saya di pesantren, di kampus ini juga semua mahasiswa dilarang merokok. Jika ada yang melanggar konsekuensinya tidak mendapatkan beasiswa. Keaktifan di kampus juga menjadi pertimbangan kelulusan untuk naik ke semester berikutnya. Meski memiliki nilai di atas rata-rata jika absen lebih dari batas yang telah ditentukan, otomatis tidak bisa naik ke semester berikutnya.

No comments:

Post a Comment

Sekitar Meknes (Maroko)

A. Volubilis. Volubilis atau Oualili dalam sebutan Arab-Maroko, terletak 18km kea rah utara kota Meknes. Volubilis didirikan di at...